PDI-P Malut Nilai Kinerja Wagub Malut Lemah

Editor: Admin
Muhammad Sinen Ketua DPD PDI-P Malut

SOFIFI- Ketua Dewan Pimpinan Daerah DPD PDIP Provinsi Maluku Utara Muhammad Sinen, kembali menyoroti terkait dengan sikap kedisiplinan ASN Provinsi Maluku Utara yang dinilai malas berkantor. menurutnya jam kantor ini sampai dapat TTP itu di hitung dari jam kerja, dari jam 7:30 sampai jam 4:50, itu bisa di hari-hari di lapangan, dan pegawai di Provinsi ini hapir sekitar empat pulu ribu lebih.

"Ini jika di lihat setiap apel gabungan di setiap hari senin pegawai yang mengikuti apel tidak sampai tiga ratus orang, dan ini harus ada ketegasan dari pemimpin," pinta Muhammad Sinen. Rabu (22/12/21) di Sofifi. 

Ia bilang bahwa apa yang di lakukan pemimpin akan di contohkan oleh bawahan. "Tadi sempat di sampaikan oleh Sultan Tidore saat menyampaikan sambutan dalam festival doe-doe tadi memang betul, Bahwa pemimpin itu semuanya Gubernur, kepala dinasnya juga gubernur, jika programnya dinilai tidak bagus maka nama baik Gubernur juga terikat disitu," Kutip Muhammad Sinen. 

Lanjut Wakil Walikota Tidore itu juga mencontohkan misalnya Badan Kepegawaian Daerah yang harus betul-betul menjaga kedisiplinan ASN dan setiap saat dia harus turun untuk mengevaluasi di lapangan terus jika di temukan ASN yang malas berkantor atau terlambat masuk itu harus ada sangsi ketegasan.

"Berdasarkan PP nomor 53 dalam 46 kali tidak berkantor itu bisa di pecat akan tetapi sekarang ini bukan lagi 53 tetapi beberapa minggu saja tidak berkantor harus ada sangsi tegas, dan ini tidak pernah di lakukan oleh BKD akhirnya nama Gubernur terbawa-bawa disitu," ungkapnya. 

Tidak hanya itu Muhammad Sinen mengatakan sebenarnya ada tanggung jawab di Dinas teknis masing-masing tidak perlu lagi Gubernur, dan fungsi pengawasannya ada di wakil Gubernur. 

"fungsi pengawasan wakil Gubernurnya lemahnya disitu, sehingga terjadinya seperti itu, ini bukan persoalan suka dan tidak suka tapi memang kondisinya seperti itu," tukasnya. 

Ia menyesalkan jika berkomentar seperti ini untuk di perbaiki namun selalu dilihat bahwa ini karena persoalan sentimen. "sentimen untuk apa.? Tapi tujuan saya ini untuk memperbaiki semua, maka mereka bilang masing-masing urus diri, betul kalau provinsi Maluku Utara ini tidak ada di wilayah Kota Tidore Kepulauan saya tidak mungkin bicara, tapi karena provinsi ini ada di Kota Tidore Kepulauan maka saya harus bicara," tegasnya. 

Bagi Dia banyak bangunan kantor Dinas di Sofifi akan tetapi mereka lebih memilih berkantor di Ternate, dan kantor disini mewah-mewah tapi tidak di gunakan, maka akan mubasir. 

"Ada surat kesepakatan Gubernur dengan Partai PDIP ini sebelum pelantikan, ketika saya terus berkomentar itu bukan berarti saya tidak suka terhadap Gubernur, karena ini menjadi bahan kampanye AGK-YA pada waktu itu, dan saya bicara Insyaallah kalau masyarakat ini dukung AGK-YA maka kami akan sama-sama berkantor di Sofifi, dan ini tidak pernah dilaksanakan maka masyarakat terus menagih terhadap saya dan mau tidak mau maka saya harus sampaikan ke Gubernur dan Wakil Gubernur karena hal ini sesuai dengan kenyataan," jelas Muhammad Sinen. 

Tambahnya, jika jam pegawai berkantor jam 10 pulang jam 1 ini kan aneh, baru mereka dapat TTP, baginya TTP itu kan di berikan kepada orang-orang yang punya kinerjanya bagus, Disiplin, Rajin masuk kantor, ini orang tidak berkantor selama setahun dapat TTP, ini kan tidak adil sebenarnya.

"Maka selaku Partai pengusung saya meminta kepada BKD karena sesuai kenyataan yang kita temukan di lapangan maka kami harus sampaikan, agar  BKD juga harus tegas, karena kegagalan pemerintahan ini bukan BKD yang dapat tetapi Gubernur dan Wakil Gubernur yang dapat, dan bikin rusak bukan Gubernur dan Wakilnya karena fungsi dibawa juga kan ada," pintanya Tegas. 

Bagi Muhammad Sinen Wakil Gubernur harus membantu turun kebawa lihat kondisi di BKD, dinas-dinas yang kurang. "saya bilang, jangan dulu ron di kabupaten/Kota bereskan dalam kantor dulu baru keluar, Kantor saja belum beres untuk apa berangkat di daerah lain mau buat apa," pungkasnya. (Red/tim). 

Share:
Komentar

Berita Terkini