PMII Bukan Organisasi Premanisme

Editor: Admin
Rahmat Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Cabang Makassar. 

Makassar-Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Cabang Makassar, Rahmat mengecam aksi didepan kantor Pengurus Besar (PB) PMII pada  Rabu (15/12).

Ia menegaskan bahwa PMII itu adalah organisasi kaderisasi bukan organisasi anarkisme yang selalu meributkan kekuasaan.

"Penting diketahui bahwa PMII itu lembaga kaderisasi yang artinya penting untuk memperhatikan proses pengembangan kader, bukan malah ribut tentang kekuasaan sampai harus memblokade rumah sendiri", ungkapnya.

Lebih lanjut, Rahmat menyampaikan keresahannya melihat aksi yang dilakukan oleh sekelompok orang mengatasnamakan PMII Sulawesi Selatan.

"Saya resah melihat tingkah sekelompok orang yang rakus kepentingan, kemarin kami baru saja selesai mengadakan PKD karena melihat pentingnya pengembangan kaderisasi hari ini, justru mereka ribut tidak jelas memperebutkan struktur", lanjutnya.

Rahmat pun turut menjelaskan bahwa pelaksanaan PKD ini dijalankan untuk membentuk kader yang militan bukan menggiring kader menjadi preman.

"Kami Fokus melaksanakan PKD untuk membentuk karakter kader, supaya tidak menjadi mentalitas preman apalagi bagi lembaga sendiri", katanya. 16/12/2021

Sementara itu Ilon Ketua PMII Cabang Makassar menegaskan bahwa tidak pernah mendelegasikan kader PMII Makassar untuk ikut aksi tersebut.

"saya tidak pernah mendelegasikan kader untuk berangkat ke jakarta apalagi untuk menuntut kinerja PB PMII dengan berbagai macam alasan, Sayapun sendiri kaget akan hal ini karena membawa nama kader PMII padahal nyatanya kami tidak pernah melalukan pergerakan dan tetap mengikut pada keputusan Ketua Umum PB PMII", ujarnya.

Dia juga mengatakan bahwa aksi ini jelas tidak punya itikad baik.

"Itu masih kita juga bisa lihat bagaimana ketika Sekertaris Jendral  PB PMII mencoba untuk melakukan mediasi terhadap beberapa kader yang datang ke PB PMII tapi belum selesai bicara  oknum dari kelompok Sulsel dan Sultra melakukan tindakan yang tidak sewajarnya kepada Sekjen, dengan memukul botol ke Sekjen, dan Sekjen di larikan keluar dari Sekret PB PMII untuk menghindari ricuh dengan oknum kelompok tersebut", beber Ilo. 

Aksi ini telah dianggap menodai tujuan PMII untuk menjaga keutuhan Negara Indonesia karena dengan organisasi sendiri masih berbuat seperti itu.

"Aksi ini tidak mencerminkan kader PMII yang selalu menjaga kesatuan Republik Indonesia, jangankan negara dengan lembaga sendiri saja belum bisa", pungkasnya. (Red/tim) 

Share:
Komentar

Berita Terkini