Tahun Depan, Tagihan Retribusi Di Tidore Berbasis Online

Editor: Admin

 

Wakil Ketua I DPRD Kota Tikep, Mochtar Djumati

TIDORE - Upaya Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan dibawah kepemimpinan Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui pemanfaatan kecanggihan tekhnologi, berupa e-Retribusi atau penagihan Retribusi berbasis online sebagaimana yang dicanangkan oleh Badan Pendapatan Asli Daerah (Bapenda) Kota Tikep. 

Mendapat dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tidore Kepulauan, melalui Wakil Ketua I DPRD Kota Tikep, Mochtar Djumati mengatakan tujuan penagihan retribusi berbasis online ini, agar dapat memudahkan Masyarakat dalam pelayanan, selain dari itu, hal ini dilakukan agar dapat meminimalisir kebocoran anggaran. 

"Program ini kami sangat sepakat, bahkan kami juga akan mengusulkan ke Pemerintah Daerah untuk melakukan kerjasama dengan pihak Bank agar mereka dapat menyiapkan alat tagihan itu," ungkapnya.

Untuk pelaksanaannya, kata Ovos, sapaan akrab Mochtar Fjumati ini, bahwa akan dimulai dari setiap pelabuhan yang ada di Tidore. Seperti di Pelabuhan Rum, Pelabuhan Ferry Dowora, Pelabuhan Ferry Galala dan Pelabuhan Loleo, selain itu juga akan difokuskan pada tempat parkir, terutama di terminal pelabuhan beserta terminal pasar. 

"Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan bantuan, baik melalui Bank Maluku atau Bank BRI, Prinsipnya jika ada Bank Yang bersedia menyiapkan alat tersebut maka Bank itu yang nantinya akan dibangun kerjasama," ujarnya. 

Ia melanjutkan, pada tahun 2022 nanti, Pelabuhan Loleo juga akan dipercantik pada sisi darat, pasalnya di tahun 2021 ini, pelabuhan tersebut dari sisi lautnya sudah sementara dikerjakan. Selain pelabuhan lolelo, diharapkan pada tahun 2022, itu Pelabuhan Rum maupun Ferry Galala dan Dowora juga sudah selesai dikerjakan, sehingga program penagihan retribusi berbasis online ini sudah bisa dimanfaatkan. 

"Jadi kedepan itu kita sudah bisa memformulasikan penagihan e-retribusi seperti tagihan yang dilakukan saat memasuki jalan tol. Olehnya itu, penagihannya nanti akan menggunakan kartu gesek, jadi kalau masyarakat belum memiliki kartu, maka petugas jaga bisa menggunakan kartunya yang telah disediakan," pungkasnya. 

Ovos berharap program gemilang ini sudah dapat direalisasi pada tahun 2022. Sehingga dengan begitu, setiap sumber pendapatan asli daerah bisa dikontrol dengan baik, dan nilainya dapat meningkat untuk dimanfaatkan Demi kesejahteraan Masyarakat. (Aidar)

Share:
Komentar

Berita Terkini