Astaga, Sejumlah Siswa SMP 1 Tidore "Dapa Tipu"

Editor: Admin author photo

 "OTK Bawa Nama Guru Dan Kepsek Peras Siswa"

Ilustrasi penipuan (dok :ist) 
TIDORE- Aksi penipuan yang di lakukan oleh orang tak kenal meresahkan pihak Sekolah Menengah pertama 1 Kota Tidore. Hal ini berlangsung dengan modus meminta para siswa/siswi untuk mentransfer uang tunai sebesar Rp. 1.000.000. Dan pulsa sebesar 100 ribu dengan mengatasnamakan Guru dan Kepala Sekolah tersebut.

Sekretaris diknas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan, Jamil Hadi, saat di temui di ruang kerjanya, Kamis (6/1/2022) menyampaikan dengan kasus penipuan yang terjadi di SMP 1 Tidore kemarin ia mengaku hanya menerima dari grup whatsapp. 

"Kami dari Diknas Pendidikan belum menerima laporan secara resmi dari pihak sekolah, hanya saja itu beredar dalam bentuk via rekaman yang dikirim oleh kepala sekolah melalui grup WA kepala sekolah. 

Bahkan atas insiden itu ia juga mengaku bahwa dari Diknas belum mengecek terkait dengan kondisi di SMP 1 Tidore. "jadi penipuan yang terjadi di SMP 1 Tidore ini seperti apa juga kami dari pihak Diknas pun belum tau secara resmi, maka kami masih menunggu laporan dari pihak sekolah," pintanya. 

Bahkan kata Jamil penipuan itu dirinya belum bisa memastikan bentuk kerugiannya. "Penipuan yang di lakukan oleh OTK ini melalui via telepon bukan bentuk penipuan secara fisik, jadi penipuan ini melalui via telepone dan kami tidak bisa cari tau penipuan itu, yang merasa dirugikan itu seperti apa?  kami dari pihak diknas pun juga belum ketahui," kata Jamil Heran. 

Ia juga meminta pihak sekolah jika ada kejadian ini, kepala sekolah harus cepat melaporkan ke diknas pendidikan. 

"Kami juga menunggu kalau sampai hari ini belum sampaikan secara resmi oleh guru-guru maupun kepala sekolah maka kami yang akan langsung turun ke sekolah untuk mengecek," terangnya. 

Sementara itu di wawancarai terpisah Kepala Sekola, SMP Negeri 1 Tidore Kepulauan Muriyono Hamid, membenarkan terkait dengan kasus penipuan yang mengatasnamakan guru dan kepala sekolah itu.

"Iya, ini adalah salah satu kejadian yang membuat keluarga besar SMP Negeri 1 Tidore Kepulauan resah karena mengatasnamakan kepala sekolah dan guru yang ditujukan kepada siswa," kata Muriyono.

Muriyono bilang, aksi penipuan yang dilakukan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) itu dengan cara menelpon para siswa meminta pulsa hingga meminta uang sebesar Rp1 juta rupiah dengan mengatasnamakan guru di SMP Negeri 1 Tidore Kepulauan.

"Ada dari siswa yang kirim pulsa Rp100, sedangkan yang mengaku kepala sekolah itu ditransfer uang sebesar Rp1 juta rupiah," ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, Muriyono lantas mengirimkan pesan suara kepada semua sekolah baik SMP maupun SMA melalui grup WhatsApp untuk tidak lagi menggubris panggilan masuk dari nomor yang tidak dikenal dengan mengatasnamakan guru maupun kepala sekolah dari SMP Negeri 1 Tidore Kepulauan.

"Saya langsung mengirimkan pesan suara via grup WhatsApp kepada siswa SMP Negeri 1 Tidore Kepulauan dan sekolah lainnya untuk tidak lagi melayani panggilan masuk dari nomor yang tidak dikenal, sebab ini penipuan sudah merajalela," cetusnya. 

Untuk itu, pihaknya berencana melaporkan kasus penipuan tersebut kepada pihak berwajib sehingga dapat diusut tuntas, dengan harapan menjaga nama baik sekolah SMP Negeri 1 Tidore Kepulauan.

"Kami rencana untuk melaporkan kasus ini ke Polres Tidore Kepulauan, selain itu kami juga mendapatkan informasi bahwa sudah ada orang tua siswa yang melaporkan kasus tersebut," jelasnya.

Kepsek menyebutkan siswa/siswi yang menjadi korban berdasarkan data yang  kantongi ini sebanyak 5 orang siswa, "akan tetapi yang mengirim itu sebanyak 2 dua orang siswa yang memenuhi permintaan pelaku dan itu yang sementara kami tahu," tutup kepsek. (Aidar).


Share:
Komentar

Berita Terkini