Festival Doe-doe Guraping Resmi di Tutup

Editor: Admin author photo
Festival Doe-doe Guraping Kota Tidore Kepulauan di tutup secara resmi oleh Sekretaris daerah Provinsi Maluku Utara, Samsudin Abdul Kadir, yang bertempat di Kelurahan Guraping Krcamatan Oba Utara Kota Tidore Kepulauan, Jumat (31/12/2021).

TIDORE- Festival Doe-doe Guraping Kota Tidore Kepulauan di tutup secara resmi oleh Sekretaris daerah Provinsi Maluku Utara, Samsudin Abdul Kadir, yang bertempat di Kelurahan Guraping Kecamatan Oba Utara Kota Tidore Kepulauan, Jumat (31/12/2021).

Sambutan Gubernur Maluku Utara yang di Wakili Sekda Provinsi Malut, Samsudin Abdul Kadir menyampaikan, Kurang lebih 10 hari pantai wisata Guraping kembali menjadi pusat kegiatan masyarakat.

"festival yang dikenal dengan nama festival doe-doe ini merupakan sebua upaya keberlanjutan akan pelestarian budaya dan cagar alam yang ada di wilayah Guraping". ungkapnya. 

Disamping itu lanjut Sekprov, Kebudayaan juga harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan produk kebudayaan secara kreatif seperti seni pertunjukan, kuliner, fashion show, film dan kegiatan ekonomi kreatif lainnya. Oleh karena itu. 

"pada momen penutupan festival doe-doe, saya meminta agar kegiatan kita tidak harus berakhir pada perayaan seremonial saja namun kegiatan seni harus dilakukan sehingga UMKM yang sudah terbangun di lokasi doe-doe akan terus hidup dan berkembang," katanya. 

Sementara Wakil Walikota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen dalam sambutanya menyampaikan, Atas nama Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mengapresiasi atas insiatif panitia pelaksana atas terselenggaranya festival ini

"Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat Guraping yang telah turut meramaikan dan bekerja sama sehingga festival ini berjalan lancar sampai penutupan pada malam ini," ungkapnya.

Wakil Walikota dua periode ini juga mengatakan, Kegiatan yang dilaksanakan di lokasi wisata baru di Guraping ini di harapkan menjadi salasatu media atau momentum untuk mengembangkan budaya yang kita miliki sekaligus sebagai momen untuk mempromosikan kegiatan pariwisata di daerah ini. 

"saya juga berharap festival doe-doe ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahun dan tidak hanya menjadi acara seremonial belaka, tetapi dapat menjadi wadah untuk menampung dan mendorong kreativitas generasi mudah untuk maju bersama-sama mengembangkan potensi-potensi wisata di Kota Tidore Kepulauan," harapnya. 

Melalui kegiatan ini, lelaki yang juga sebagai ketua DPD PDI Perjuangan Maluku Utara ini diharapkan agar kita semua dapat mengimplementasikan nilai-nilai integritas, etos kerja dan gotong royong sehingga mampu mempersatukan berbagai perbedaan di antara kita.

"besar harapan saya agar kegiatan seperti ini terus dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya tetaplah jadi generasi yang aktif, menjaga adat dan se aturan, sehingga di masa yang akan datang generasi baru bisa ikut menjaganya," pungkas Muhammad Sinen. 

Selanjutnya, atas nama Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, ia menyampaikan selamat menyambut tahun baru 2022. 

"Semoga Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa, senantiasa menjauhkan negeri ini dari segala bencana dan musibah," tutupnya.(Aidar). 

Share:
Komentar

Berita Terkini