Ini 11 Perusahaan Konsesi Hutan Yang Ijinnya Di Cabut

Editor: Admin
Ilustrasi penebangan hutan (Shutterstock).

Malut-,Pemerintah Pusat telah telah mencabut sebanyak 2.078 izin perusahaan pertambangan mineral dan batu bara (minerba) karena tidak pernah menyampaikan rencana kerja.

Sementara di sektor kehutanan sebanyak 192 izin seluas 3.126.439 hektare, Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan yang ditelantarkan seluas 34,448 hektare, juga dicabut.

Dari luasan tersebut, sebanyak 25.128 hektare adalah milik 12 badan hukum, sisanya 9.320 hektare merupakan bagian dari HGU yang telantar milik 24 badan hukum.

Khusus Provinsi Maluku Utara terdapat 11 perusahan yang dilakukan pencabutan izin konsesi kawasan hutan sebagaimana Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor: SK.10/MENLHK/SETJEN/KUM.1/1/2022 tentang Pencabutan Izin Konsesi Kawasan Hutan, tertanggal 5 Januari 2022.

Ada pun daftar perizinan/perusahan konsesi kehutanan yang dilakukan pencabutan sebagai berikut;

1. PT. Citra Niaga Nusantara, luas Area 46.065,00 (Ha)

2. PT. Nusa Niwe Indah, luas area 73.500,00 (Ha)

3. PT. Nusa Pala Nirwana, luas area 28.892,00 (Ha)

4. PT. Tunas Pusaka Mandiri, Luas Area 24.430,00 (Ha)

5. PT. Budi Sula Intim, luas 768,25 (Ha)

6. PT. Dede Gandasuling, luas area 19.808,30 (Ha)

7. PT. Ginang Fohu Plantation, luas area 8.486,72 (Ha)

8. PT. Inmal Tani, Luas area 100 (Ha)

9. PT. Yosmar & Sons Ekakarsa,luas area 1.816,60 (Ha)

10. PT. Manggala Rimba Sejahtera, luas area 11.404,20 (Ha)

11. PT. Tunggal Aghatis Indah Wood Industries Unit I, luas area 73.375,00 (Ha).

Menurut Kepala Dinas Penaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi Maluku Utara, Bambang Hermawan mengatakan pencabutan izin konsesi kawasan hutan yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, lantaran 11 perusahan pemegang izin tidak aktif.

“ Yang jelas tidak aktif lagi,” kata Bambang tutupnya. (Red/Tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini