Ini Capaian Kinerja Kejari Halsel Tahun 2021

Editor: Admin author photo
Konferensi pers Kejari Halsel. Senin (03/01/22) 

HALSEL,- Kejaksaan Negeri ( Kejari) Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara telah memaparkan capaian kinerjanya di semua bidang dalam kurun waktu 1 tahun mulai Januari tahun 2021 hingga Januari tahun 2022.

Di Sampaikan langsung Kepala Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan Fajar Ariwimbuko Bahwa Bidang Bidang di dalam Kejari telah melaporkan hasil kegiatannya.

Pertama Bidang Intelijen mengamankan DPO sebanyak 1 (satu) orang, yang dilaksanakan berkerja sama dengan Kejaksaan Tinggi Maluku Utara serta Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan RI, dan telah dilakukan eksekusi di Lapas Labuha.

Bidang Intelijen juga telah melaksanakan Penerangan Hukum sebanyak 1 (satu) kali di Kecamatan Obi, Jaksa Menyapa di Radio sebanyak 2 (dua) kali, dan Jaksa Masuk Sekolah sebanyak 3 (tiga) kali.

“Terkait dengan Laporan Pengaduan tindak pidana korupsi masih didominasi oleh Laporan Pengaduan terkait dengan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa, terdapat 3 Laporan Pengaduan terkait dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa dan Alokasi Dana Desa yang saat ini masih dikerjakan oleh Bidang Intelijen yaitu Desa Koititi, Desa Lalulin dan Desa Sali Kecil," ungkapnya.

Lanjut Fajar mengatakan di Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan telah, menyelesaikan penanganan perkara sebanyak 46 (empat puluh enam) perkara, tindak Pidana Penganiayaan menjadi perkara terbanyak yang ditangani sebanyak 40% dari total perkara dan telah melakukan Restoratif Justice sebanyak 1 (satu) perkara.

“Jumlah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari Denda Tilang yang telah di setorkan ke kas Negara oleh seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan dalam kurun waktu 1 (satu) tahun total sejumlah Rp.128.406.000,- (seratus dua puluh delapan juta empat ratus enam ribu rupiah). Dan jumlah Terpidana yang masuk dalam daftar Pencarian Orang (DPO) telah berhasil ditangkap dan dieksekusi sebanyak 1 (satu) Terpidana," jelas Fajar.

Pada Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan Fajar mengatakan telah berpatisipasi dalam Pemberatasan Tindak Pidana Korupsi, dengan menangani perkara antara lain sebagai berikut.

"Perkara Tipikor dalam Dana BOK Puskesmas Gandasuli dengan kerugian negara sebanyak Rp.338.737.214,- (tuntutan 3 tahun, masih menunggu putusan Hakim PN Tipikor Ternate) dan Perkara Tipikor Dana Desa Yaba TA 2018 Rp.352.855.800,- (tuntutan 3 tahun penjara, putusan 2 tahun penjara)" sebut Kajari.

Lebih lanjut ia membeberkan terkait dengan dugaan Tindak Pidana Korupsi Sewa Alat Berat di Dinas PUPR Kabupaten Halmahera Selatan sudah masuk kedalam tahap penyidikan, "saat ini Penyidik Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan masih menunggu pihak BPKP Provinsi Maluku Utara untuk melakukan audit kerugian negaranya," ungkap Fajar lagi.

Sementara itu terkait dengan Laporan Pengaduan dugaan Tindak Pidana Korupsi Desa Marabose TA 2019-2020 dan Desa Sambiki TA 2018 masih dalam tahap penyelidikan (klarifikasi).

” Di tahun 2021 juga, Bidang Perdata dan Tata Usaha Negera Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan telah berkontribusi dalam memberikan bantuan hukum dan pelayanan hukum kepada masyarakat dengan professional dan berintegritas. Beberapa capaian yang berhasil diraih Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara," terangnya.

“Surat Kuasa Khusus (SKK) Pendampingan Non Litigasi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan sebanyak 34 (tiga puluh empat) SKK," sambungnya.

Sedangkan Fajar bilang untuk Surat Kuasa Khusus (SKK) Pendampingan Litigasi di Pengadilan Negeri dari Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan sebanyak 5 (lima) SKK.

"Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan sebagai Tergugat dan seluruh perkara tersebut dapat dimenangkan oleh Jaksa Pengacara Negara sehingga berhasil melakukan penyelamatan Keuangan Negara sebesar Rp.2.732.736.522,- (dua milyar tujuh ratus tiga puluh dua juta tujuh ratus tiga puluh enam lima ratus dua puluh dua rupiah) Pemulihan Keuangan Negara sebanyak Rp.469.400.578,- (empat ratus enam puluh sembilan juta empat ratus ribu lima ratus tujuh puluh delapan rupiah)" sebutnya.

Adapun di Bidang Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan (PB3R) pada tahun 2021 Fajar mengatakan telah melaksanakan beberapa kegiatan pemusnahan barang bukti yang diantaranya Pemusnahan 1,85 gram Narkotika Golongan I jenis Shabu, dalam perkara penyalahgunaan Narkotika An. Rusmin Hatala, An. Sarmin Umsohy, dan An. Pele Alwi.

Untuk Kegiatan Lelang Barang Rampasan Negara Bidang Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Halsel telah melakukan 2 kali pengajuan pelaksanan kegiatan lelang ke KPKNL di tahun 2021.

"Diantaranya Paket 1 :  2 unit Loder, 1 unit Grider, 1 unit Truk, 1 unit mobil L-500, Paket 2 :  1 unit kapal, Alat navigasi, kompas, dan alat radio, Paket 3 :  1 unit body viber, 1 unit mesin 40 PK, 1 set mesin kompresor, Paket 4 :  1 unit sepeda motor roda 2 merk honda blade dan Paket 5 :  2 unit mesin katinting 13 PK, 1 unit mesin kompresor serta Paket 6 :  1 unit long boat, 1 unit mesin 15 PK, 1 unit kompresor dan selang," sebut Kejari.

Di akhir konfrensi pers itu Fajar mengatakan barang rampasan Negara yang telah dilelang dan disetorkan kepada Negara sebesar Rp. 173. 966.112 (seratus tujuh puluh tiga juta sembilan ratus enam puluh enam ribu seratus dua belas rupiah). (IL/Red)

Share:
Komentar

Berita Terkini