Kadis Perindagkop Halteng Sebut Mutiara Tata Keliru

Editor: Admin
Kadis perindagkop halteng

Weda- Kepala Dinas Perindagkop Halmahera Tengah, Ahmadiansyah meluruskan kritik yang disampaikan Mutiara Tata terhadap pedagang kaki lima yang berjualan di lapak bahu jalan depan pasar Fidi Jaya, Weda. 

Kepada wartawan, mantan Kepala Dinas Perhubungan ini mengemukakan pedagang yang berjualan disitu sebelumnya berjualan di lahan milik Mutiara Tata, namun kemudian mereka diusir sehingga Pemda Halmahera Tengah mengambil kebijakan menampung mereka sementara waktu di lahan yang digunakan saat ini.

“Dulu kan pedagang itu menyewa lahan milik dia, cuma kemudian dia yang meminta mereka pindah ke tempat lain” ucap Ahmadiansyah. Selasa, (25/01/22) 

Jadi kalau hari ini Mutiara Tata menuduh Pemda mengusir pedagang tersebut, menurut Ahmadiansyah itu sangat keliru. 

Ahmadiansyah membolehkan pedagang tersebut berjualan di depan pasar Fidi Jaya itu untuk sementara waktu sambil menunggu pembangunan pasar tersebut selesai. 

“Kesepakatan itu ditandatangani oleh Pemda dengan pedagang. Isinya, setelah Pasar Fidi Jaya selesai dibangun, seluruh pedagang harus masuk berjualan di dalam pasar” kata Ahmadiansyah.

Namun kapasitas pasar itu ternyata tidak bisa menampung semua pedagang yang ada. Sehingga Pemda coba mengatur mereka yang belum memperoleh lapak itu dengan mengizinkan mereka untuk bangun tempat usaha sementara di lahan sekitar Terminal, sehingga tidak mengganggu aktifitas lalulintas maupun lingkungan di kawasan tersebut sambil menunggu pembangunan Plaza Weda diresmikan.

“Jadi apa yang dituduh yang bersangkutan itu tidak tepat sasaran,” ujar Ahmadiansyah

Ahmadiarsyah balik menantang Mutiara Tata untuk menyerahkan lahannya yang berada di depan pasar ke pedagang kaki lima jika dia benar-benar memiliki kepedulian terhadap mereka. Apalagi lahan itu kan strategis, juga sangat besar.

 “Saya yakin usaha para pedagang tersebut akan berkembang pesat jika membangun lapak di lahan tersebut” tutup Ahmadiansyah

Share:
Komentar

Berita Terkini