PW Pergunu Malut Lakukan Konsolidasi Pengurus di Kabupaten/Kota

Editor: Admin

 

Suasana Rapat PW Pergunu

Ternate-Pengurus Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Provinsi Maluku Utara, (PW PERGUNU Malut) melakukan rapat pembentukan pengurus Cabang pergunu di Kabupaten/Kota. Rapat yang di gelar via Zoom. Minggu (09/01/22).  

Dalam rapat ini juga PWNU Malut Melakukan langka lanjut pengembangan lembaga Pergunu Di Maluku Utara. 

Dalam sambutannya ketua PW Pergunu Malut Makmur Asrad Mengatakan bahwa kegiatan rapat malam ini adalah sebagai bentuk konsolidasi Pergunu malut dalam menyusun struktur kepengurusan. 

"Kami di Maluku Utara, secara geografis adalah wilayah kepulauan maka konsolidasi alam di lakukan secara masif," ujar Makmur. 

Lanjut Makmur mengatakan ada 10 Kabupaten Kota di Maluku Utara, yang akan terus di konsolidasi demi jalannya roda organisasi. 

"Semua sudah kami siapkan diantaranya PC Pergunu Kota Ternate, PC Pergunu Tikep, PC Pergunu Halbar, PC Pergunu Halsel, PC Pergunu Halteng, PC Pergunu Halut, PC Pergunu Haltim, PC Pergunu Morotai, dan PC Pergunu Sula, serta PC Pergunu Taliabu," sebutnya. 

Makmur berharap konsolidasi ini dalam rangka terus memajukan sumber daya manusia di Maluku Utara. 

"Banyak program yang akan pergunu lakukan ketika semua pengurus telah siap dan bekerja menjalankan Organisasi sesuai aturan yang berlaku," pungkasnya. 

Sementara itu ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Maluku Utara. KH. Sarbin Sehe memerintahkan kepada PW Pergunu Malut untuk segera melakukan konsolidasi dan kesinambungan pengurus. 

"Para ketua ketua PC NU Kabupaten Kota Agar segera menerima koordinasi dari semua pengurus pergunu yang akan di bentuk," pintanya. 

KH. Sarbin juga mengatakan malam ini agar menyelesaikan yang menjadi problem di kepengurusan. "Saya minta ketua PW Pergunu malut untuk segera melaporkan hasil rapat dalam jangka waktu satu minggu dan akan di lakukan evaluasi guna menjalankan sistem organisasi," tandasnya. 

Tidak hanya itu Ketua PW NU Malut juga berpesan agar struktur pengurus pergunu di atur secara efektif dan efisien. "Demi keberlanjutan organisasi dan kaderisasi maka harus dihindari pengurus rangkap jabatan, dan isi pengurus yang berkompeten di bidangnya, serta perampingan pengurus," tutup KH. Sarbin. (Red/Gamal) 

Share:
Komentar

Berita Terkini