Warga Teep Trans Minta Polres Minsel Usut Dugaan Dandes 'Siluman'

Editor: Admin author photo
Ilustrasi Dana BUMDes
MINSEL- Beberapa warga Desa Teep Trans, Kecamatan Amurang Barat, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mendatang  Polres Minsel.

Kedatangan warga di Polres Minsel ini, guna melaporkan Kepala desa (Hukum tua) teep trans terkait pengunaan dana desa (Dandes).
yang disinyalir warga penggunaan dandes tahun anggaran 2020 kurang transparan.

"Kami datang ke Polres Minsel melakukan pengaduan terkait dengan pengunaan dandes tahun 2020 yang dananya tidak tau kemana," ujar Novli Manginsihi, Jumat (14/01).

Menurutnya, bahwa seharusnya lima puluh juta dari sumber dandes 2020 itu di serahkan ke BUMDes untuk penyertaan modal desa. Sayangnya dana ini tak kunjung ada, pengunaannya tidak transparan kata warga.

Warga berharap Polres Minsel bisa mengusut keberadaan dana ini. Serta pekerjaan fisik dari tahun 2019 mengunakan dana desa yang menurut warga asal asalan.

"Ya semoga pengaduan kami ini segera ditindak lanjuti Polres Minsel," harap Novli.

Terpisah, ketua BUMDes teep trans Denny Palit membenarkan, bahwa saat pembentukan pengurus BUMDes yang baru dan hasil rapat di desa, pemdes teep trans kemudian menyuntikan dana senilai seratus juta rupiah untuk dikelola BUMDes.

"Pengurus BUMDes dibentuk tahun lalu bulan november, kemudian pemdes mengalokasikan seratus juta rupiah dari dandes untuk dikelola BUMDes," jelasnya.

Lanjutnya, bahwa pemdes berjanji akan mentransfer uang seratus juta rupiah dari dandes anggaran tahun 2021 ditambah lima puluh juta dari anggaran tahun 2020 di rekening BUMDes.

"Pemerintah desa berjanji mengirimkan seratus lima puluh juta langsung ke rekening BUMDes, seratus juta sumber dari dandes 2021 dan lima puluh juta sumber dandes 2020. Sayangnya yang masuk ke rekening kami cuman sertus juta rupiah," jelasnya.

Hukum Tua teep trans, Silvana Wahongan saat dikonfirmasi mengatakan bahwa uang lima puluh juta yang awalnya di tata untuk penyertaan modal desa dari BUMDes sengaja belum diserahkan ke rekening BUMDes. Meski uang tersebut sudah tidak ada di rekening desa, namun dirinya mengatakan uangnya ada dan secepatnya akan diserahkan.

"Ia sengaja belum ditransfer ke rekening BUMDes, masih ditahan karna waktu itu pengurus BUMDes belum terbentuk. tapi secepatnya paling lambat bulan ini akan dikirim ke rekening BUMDes," tandasnya.

Kasat Reskrim Polres Minsel Iptu Lesly Deiby Lihawa, SH,M.Kn saat ditanyai terkait hal ini, membenarkan bahwa laporan warga telah diterima dan akan ditindak lanjuti.

"Hari ini sudah disposisi dan masuk tahap lidik. Ya masyarakat percayakan saja hal ini ke kepolisian," jawab Kasat saat dikonfirmasi melalui via Whatsapp. (Tim) 
Share:
Komentar

Berita Terkini