Kadinkes Tidore Angkat Bicara Soal Kelalaian Proses Vaksinasi

Editor: Admin
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Abdul Madjid Do M. Nur. 

TIDORE - Kelalaian Petugas Kesehatan, dalam menjalankan proses vaksinasi, sehingga di kena protes oleh salah satu warga Kelurahan Soasio, Kecamatan Tidore, yakni Kalsum M. Ali. Dengan adanya hal tersebut, membuat Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Abdul Madjid Do M. Nur, kemudian angkat bicara. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tikep, Abdul Madjid Do M. Nur, kepada wartawan media ini melalui via telepon, Senin (21/2/2022) mengatakan, terkait dengan kelalaian tersebut pihaknya telah bersilaturahim dengan Kalsum M. Ali untuk membahas persoalan tersebut. Dalam pertemuan itu, yang bersangkutan mengharapkan agar Dinas Kesehatan dapat meminta maaf melalui media atas kelalaian tersebut, serta dapat melakukan medical check up terhadap yang bersangkutan. 

"Atas kejadian yang menimpa saudara Kalsum M. Ali, kami atas nama Dinas Kesehatan beserta Puskesmas Soasio dan petugas yang melakukan vaksinasi saat itu menyampaikan permohonan maaf, karena sesungguhnya ini bukanlah sebuah kesengajaan," ungkapnya.

Sementara terkait dengan medical check up, kata Abdul Madjid, pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan perkembangan atas kesehatan yang dialami oleh yang bersangkutan. 

"Berkaitan dengan permintaan yang bersangkutan, kami dari Dinas juga sudah bersedia untuk melakukan fasilitasi, bahkan akan melakukan pengawasan ketat kepada beliau," tuturnya.

Lebih lanjut, Abdul Madjid menjelaskan, jika kelalaian dalam memberikan vaksin satu dan dua kemudian mengalami perbedaan, sesungguhnya akan melahirkan perdebatan yang panjang. Namun, yang menjadi point penting adalah semua jenis Vaksin itu dirancang untuk memberikan kekebalan tubuh bagi masyarakat di musim pandemi covid-19.

"Kalau itu ada perbedaan dalam pemberian vaksin dosis satu dan dua, itu belum ada kajian dan penelitian di lapangan, tetapi kami dapat berkesimpulan bahwa ketika vaksin itu diberikan belum ada efek yang terjadi terhadap kesehatan yang bersangkutan," ujarnya. 

Kendati demikan, Abdul Madjid tetap berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan terhadap Kalsum M. Ali yang telah melakukan vaksinasi, hal itu bertujuan agar dapat menjamin kesehatan bagi yang bersangkutan. 

"Alhamdulillah sejauh ini soal kelalaian dalam melakukan vaksin, baru pertama kali terjadi terhadap yang bersangkutan dalam pemberian dosis pertama, untuk masyarakat lainnya tidak ada masalah. Dan setelah kami melihat kondisi yang bersangkutan pada hari senin tadi, itu tidak ada gejala yang berdampak negatif, bahkan hasil pemantauan para dokter di hari minggu pekan kemarin itu juga tidak ada masalah," jelasnya. 

Sementara terkait dengan penertiban sertifikat vaksin, Abdul Madjid mengakui bahwa hal itu dikarenakan pada soal penginputan data melalui aplikasi peduli lindungi. Namun jika itu dianggap sebagai sebuah kesalahan, pihaknya menyampaikan permohonan maaf dan akan bertanggungjawab soal ini.

Sekedar diketahui, terkait dengan kelalaian petugas kesehatan ini, dikarenakan dalam pemberian vaksin dosis satu kepada Kalsum M. Ali yang seharusnya dengan menggunakan Sinovac, namun petugas malah menyuntik dengan jenis Vaksin Pfizer. Sehingga datanya sempat tidak terbaca dalam aplikasi peduli lindungi. Ironisnya, mengenai Sertifikat Vaksin yang bersangkutan dengan jenis Pfizer, namun yang keluar adalah Sinovac. (Aidar)

Share:
Komentar

Berita Terkini