Rumah Intelektual Resmi Di Launching

Editor: Admin

 

Founder Rumah Intelektual, Sahrul Masrufi. (Sumber:tim) 
Mojokerto-Terus menumbuhkan literasi di tengah tengah gempuran teknologi yang begitu kencang, sejumlah anak muda kreatif di Mojokerto membuat rumah intelektual. Hal ini terlihat dari di launching rumah intelektual dan diskusi bersama. Minggu (27/02/22) Di Desa Paras, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. 

Sahrul Masrufi, Founder Rumah Intelektual kepada media ini mengatakan komunitas rumah intelektual ini hadir adalah sebuah keresahan bersama atas berkurangnya minat literasi kalangan anak muda dan mahasiswa. 

"Kita Tahu bersama bahwa saat di badai teknologi begitu kuat, sehingga menyebabkan disrupsi, tercerabutnya nilai-nilai dari akar," ungkap Sahrul. 

Lanjut Sahrul mengatakan fenomena ini jika terus dibiarkan maka akan membawa dampak buruk bagi anak anak milenial.

"Bagi kami di rumah intelektual kesadaran harus terus di pupuk dengan cara belajar bersama, maka kehadiran rumah intelektual adalah bukti sebagai bentuk kepekaan kami terhadap literasi," terang Alung Sapaan akrab Sahrul. 

Tidak hanya itu Alung bilang berdasarkan data UNESCO menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. 

Suasana diskusi di Rumah Intelektual

"Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca," sebut Alung. 

Lebih lanjut, pria muda asal Pasuruan itu mengatakan saat ini Indonesia masuk dengan penduduk paling cerewet di media sosial. 

"Bagi kami di rumah intelektual, fenomena ini menarik untuk di sikap, yang mana di tengah krisis literasi tapi konsumsi digitalisasi sangat kuat, maka tak heran jika Indonesia rawan kena Provokasi dan hoax," tandasnya. 

Alung berharap bahwa dengan kehadiran rumah intelektual ini maka khazanah intelektual akan terus tumbuh, bahkan ia bilang di launching semalam program rumah intelektual juga sudah di rancang. 

"Harapan saya rumah intelektual akan menjadi bagian terpenting dalam mengurangi krisis literasi di kalangan milenial yang kian hari makin hedon, selain itu saya juga mengajak para milenial untuk sama sama membangun rumah intelektual ini dengan cara bergabung dan belajar bersama," tutupnya. (Red/tim) 

Share:
Komentar

Berita Terkini