Soal Banjir, Pemerhati Lingkungan Kasih Saran Ke Pemkot Ternate

Editor: Admin
Iskar Hukum

Ternate, - Banjir yang terus mengintai Kota Ternate di setiap musim penghujan, membuat aktivitas warga menjadi terhambat, hal ini kemudian mendapat sorotan dari Pemerhati Lingkungan di Kota Ternate, Iskar Hukum. 

Iskar kepada media ini. Selasa (22/02/22) melalui rilis resminya mengatakan jika kita main tebak-tebakan wilayah mana saja yang akan mengalami banjir jika Ternate sudah masuk masuk musim penghujan? Maka ia menduga mayoritas masyarakat kota Ternate akan dengan sangat mudah menjawab tebakan itu. 

"Fakta empiris ini menunjukan bahwa masih ada perihal yang belum beres tentang banjir di kota Ternate, yakni adalah persoalan sampah. Beberapa drainase di ternate akan banyak dijumpai sejumlah sampah jika sedang diguyur hujan dengan intensitas rendah maupun tinggi," Jelas Iskar. 

Bagi Alumi Geografi itu untuk mengatasi banjir di kota Ternate tidak hanya sekedar menggeruk sedimentasi yang sejak lama mengendap di kali mati atau membuat gerakan memungut sampah dan kegiatan fisik yang lainnya.

"Ini sesungguhnya upaya yang biasa saja, pemerintah harus lebih memfokuskan pada persoalan perilaku manusia. Pendidikan lingkungan merupakan medium efektif dalam rangka membentuk komitmen biotis peserta didik dengan tujuan jangka panjang," sebut Iskar yang Juga Ketua IKA PMII Kota Ternate itu. 

Selain itu ia bilang untuk mengatasi problematika lingkungan di kota ternate termasuk banjir yang akhir-akhir ini sedang terjadi, maka pemerintah harus berpikir out of the box. 

"Selain pendidikan lingkungan pemerintah juga harus menggaet stakeholder, Pengusaha, UMKM, akademisi untuk duduk bersama membahas fakta lingkungan di Kota Ternate," pintanya. 

Pemerintah membuat sejumlah tempat-tempat sampah dan menambah armada pengangkut sampah namun realitanya masih menemukan kantong kresek dan sedotan di kali mati, pesisir pantai dan drainase, kurang efektif dan berkonsekuensi terhadap anggaran juga. 

“Atau saya membayangkan Pemerintah itu membuat lomba memungut sampah antar SKPD, mana yang berhasil mengumpulkan sampah dengan jumlah yang paling sedikit selama hari kerja, maka itu sebegai pemenangnya. Karena sampah yang paling sedikit itu menunjukan bahwa pengawainya tidak banyak memproduksi sampah," cetusnya. 

Akhirnya Ia berharap bahwa apa yang kemudian di sampaikan ini bisa menjadi catatan bagi pemangku kebijakan di Kota Ternate untuk terus mengatasi banjir di setiap musim penghujan. (Red/tim) 

Share:
Komentar

Berita Terkini