Jek Toboko Ajak Warga Ngofakiaha Bantu Bangun Rumah Irwan M. Zen

Editor: Admin
Muzakir Dodaradaga

HALSEL- Aksi penertiban rumah oleh pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan di perumahan Habibi, yang di lakukan oleh pemerintah Daerah Halmahera Selatan, kepada keluarga Irwan M. Jen dan 15 Kepala Keluarga lainya atas rumah bantuan pemerintah, mendapat tanggapan dari Muzakir Doaradaga. 

Pria asal Ngofakiaha ini mengajak kepada semua warga Ngofakiaha untuk sama sama membantu Irwan M. Zen agar bisa membangun rumahnya. 

Muzakir mengatakan demokrasi tidak mengajarkan pemimpin menjadi Barbar dengan mengunakan kekuasaan untuk menindas rakyatnya dengan alasan perbedaan politik. 

"Demokrasi mengajarkan kita untuk berbeda pilihan politik saat perhelatan politik, dan hanya para penganut demokrasi yang tidak menggunakan dendam politik untuk menindas rakyatnya sendiri atas nama perbedaan politik dan dendam politik," ungkapnya. 

Lanjut Muzakir mengatakan sangat mengenal bupati Halsel Usman Sidik sebagai teman yang tumbuh dan besar di lingkungan jurnalistik, biasanya lebih memahami nilai-nilai demokrasi, namun sangat kaget membaca berita pemerintah Halsel menunjukan otoriter yang jauh lebih sadis dari orde baru. 

"Pemerintah halsel telah mempertontonkan kemunduran demokrasi, mengajarkan cara-cara yang tidak sepantasnya di lakukan oleh kepala daerah kepada warganya," ujar Jek Toboko Sapaan Akrab Muzakir. 

Sebagai mantan anggota DPRD Kota Ternate sudah sangat terbiasa berbeda dengan kepala daerah, berbeda dalam pandangan politik, tapi tidak melihat kepala daerah se kejam bupati Halsel. 

"Sebagai bagian dari warga Halsel tidak sependapat dengan cara-cara yang dilakukan oleh Bupati Halmahera Selatan beserta perangkatnya karena itu saya mengajar seluruh masyarakat Halsel dimana saja berada mari sama-sama membantu saudara yang di usir oleh pemerintah Halmahera Selatan," ajar Jek. 

Ia bilang ini tidak berurusan dengan politik, tapi bagi dia ini berurusan dengan persaudaraan satu dodomi di wah Taba, "kami sekampung yang berkewajiban saling membantu menjelang bulan penuh Rahmat, bulan penuh ampunan," ungkap Jek. 

Ia juga tidak mau warga ngofakiaha masih meneteskan air mata dan kekejaman penguasa saat menjelang Ibadah Ramadhan. 

"Silahkan pemerintah halsel usir dan robohkan rumah semua orang yang berbeda politik, kami akan datang membangun kembali rumahnya, kami akan datang menghapus air mata warga agar tetap senyum menyambut Marhaban Ya Ramadhan," tandasnya. 

Sementara itu dalam salahsatu media yang di lansir Rabu (16/03/22) Staf Khusus Bupati Halsel, Rahim Yasim, mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan saat ini bukanlah eksekusi untuk mengeluarkan yang bersangkutan. 

“Saya tegaskan agar ini tidak salah tafsir, bahwa hari ini yang kita lakukan bukan eksekusi, tetapi penertiban. Yang dimaksudkan dengan penertiban adalah data administrasi kepemilikan. Di mana data KK dan KTP, berbeda dengan data nama Hi. Irwan dalam SK Bupati Halsel Nomor: 249 tahun 2016 tentang penerimaan bantuan perumahan habibi,” katanya. 

Rahim menegaskan bahwa Pemda Halsel dalam hal ini Disperkim dan Satpol-PP melakukan penertiban demi kenyamanan untuk seluruh masyarakat Halsel. 

“Penertiban itu kan baik ya. Kita harap seperti yang pak Bupati harapkan agar ketertiban masyarakat itu diatur dengan baik dan membuat masyarakat senyum. Ini bukan sebuah tindakan eksekusi dan hanya melakukan penertiban. Jadi kita libatkan TNI dan Polri untuk mengawal dan mengamankan ketika nanti terjadi sesuatu di lapangan,” tukas. 

Rahim juga mengaku penertiban ini tidak hanya kepada Hi. Irwan M Zen, tetapi ada 15 KK lagi. Hanya saja, kata Rahim, 15 KK itu sudah datang mengembalikan kunci rumah tanpa ada paksaan. 

Sedangkan Kadis Perkim, Muksin Bendar, memilih diam saat ditanya wartawan. “Saya no komen. Pokoknya no komen. Oke,” singkatnya. (Red/tim)  

Share:
Komentar

Berita Terkini