Ratusan Petani Captikus Demo di Kantor Bupati Minsel

Editor: Admin

Polisi sempat menghalangi masa saat ingin memasuki Kantor Bupati Minsel

MINSEL- Ratusan masa mendatangi kantor Bupati Minahasa Selatan (Minsel). Masa yang tergabung didalamnya para petani 'Captikus' dan mahasiswa ini, melakukan demo meminta pemerintah daerah agar segera melegalkan minuman keras (Miras) captikus sebagai produk kearifan lokal, Kamis (17/03).


Sebelumnya, para pendemo melakukan orasinya di Polres Minsel, meminta kapolres minsel agar para petani captikus leluasa memproduksi miras tersebut.

Menurut para pendemo, bahwa polres minsel ada upaya mengkriminalisasi para petani captikus dengan merazia hasil pertanian tersebut.

"Tuntutan kami, ialah meminta pemkab minsel agar memberi perlindungan kepada para petani captikus, menghentikan kriminalisasi terhadap para petani captikus, serta melegalkan captikus non kemasan," kata Yoshua selaku kordinator aksi.

Sempat memanas, antara para pendemo dengan aparat kepolisian. aksi para pendemo yang ingin masuk ke kantor bupati ini, sempat juga dihalangi oleh kepolisian. namun selang beberapa lama kedatangan mereka akhirnya diterima oleh wakil bupati minsel.

Wakil bupati minsel, Pdt. Petra Yani Rembang menerima para pendemo untuk mendengarkan aspirasi mereka di aula gedung waleta pemkab minsel.

"Dari aspirasi ini, segera mungkin kami bupati dan wakil bupati minsel akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Namun perlu untuk kemudian dicatat bahwa kami bupati dan wakil bupati ada bersama dengan para petani captikus di minsel," kata Petra kepada para pendemo.

Ditempat terpisah, Kapolres minsel AKBP. Bambang C. Harleyanto membantah bahwa pihaknya melakukan kriminalisasi terhadap para petani captikus.

"Tidak ada diskriminasi terhadap para petani captikus, kami menindaki para pedangang captikus yang tidak mengantongi ijin perdagangan barang tersebut atau illegal," tegas kapolres. (Tim)
Share:
Komentar

Berita Terkini