Cipayung Plus Malut Nilai Pemkot Ternate Minim Solusi

Editor: Admin

 

Yuhlief Assegaf Ketua PKC PMII Maluku Utara

Ternate-Kelompok cipayung plus, PMII, HMI, IMM, KAMMI, GMNI, dan GMKI serta Bem Universitas Kahirun Ternate, menyesali sikap Walikota Ternate yang tidak hadir di Saat demo 11 April 2022 tadi, dimana dalam masa aksi menuntut persoalan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) serta kebutuhan bahan Pokok. (Kelangkaan Minyak Goreng). 

Yuhlief Assegaf salah satu perwakilan dari kelompok cipayung plus mengatakan bahwa sangat menyesali sikap walikota Ternate yang tidak mau bertemu dengan masa aksi. Padahal kedatangan mereka adalah bentuk kepedulian terhadap masyarakat Kota Ternate. 

"Kami menyesali ketidak hadiran Walikota Ternate di tengah-tengah Masa aksi. Tuntutan kami tadi tidak ingin ada keterwakilan dari pemerintah kota Ternate, yang kami inginkan adalah walikota Ternate karena sebagai pemangku kebijakan.

Bahkan kata dia melalui perwakilan yang diberikan oleh pemerintah kota Ternate terkesan tidak memberikan solusi yang pasti soal kenaikan harga BBM dan sembako (minyak goreng). 

"Kami juga menilai Sekot Ternate saat Herring tadi terkesan cari muka, karena memberikan pernyataan seolah-olah melempar tanggung jawab kepada pemerintah pusat soal kelangkaan BBM dan Kelangkaan Minyak Goreng," ujar Yuhlief. 

Yuhlief yang juga Ketua PKC PMII Maluku Utara mengatakan hal sama juga kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate yang hanya memberikan dukungan tanpa sikap tegas. 

"Apa yang disampaikan tadi tidak ada subtansi, dan DPRD tidak tegas hanya memberikan dukungan kepada masa aksi," ungkap Yuhlief kesal. Tidak juga mengatakan bahwa keterangan dari Direktur Pertamina juga hanya memberikan harapan kepada masa aksi.

"Bagi kami alasannya, terlalu mengawan-ngawan tidak subtansi, terkesan hanya memberikan mimpi mimpi saja, karena semua akan di konsultasi ke pemerintah pusat. Ini alasan yang tidak logis," pungkasnya. (Red/tim) 

Share:
Komentar

Berita Terkini