Kepala Puslapdik Berikan Pesan Kepada Kadikjar Malut Terkait PIP dan KIP

Editor: Admin
Fadli Abd Kadir bersama Kepala Puslapdik Dr. Abdul Kahar, M.Pd
Jakarta- Menjunjung tinggi tugas dan fungsi Puslapdik atau melaksanakan kebijakan teknis, pelaksanaan, pemantauan evaluasi dan pelaporan di bidang layanan pembiayaan pendidikan serta urusan ketatausahaan Pusat.

Maka Puslapdik melakukan sebuah program luar biasa yakni Bantuan biaya Pendidikan berupa Program Indonesia Pintar atau kenal dengan PIP bertujuan untuk membantu biaya personal peserta didik dalam rangka, Meningkatkan akses layanan pendidikan, Mencegah peserta didik putus sekolah dan Menarik peserta didik putus sekolah. Hal ini sebagaimana di atur dalam Regulasi Permendikbud Nomor 20 tahun 2020 dan persesjen Kemendikbudristek nomor 7 tahun 2021 dan nomor 20 tahun 2021 .

Ketua Pusat Pelayanan Pendidikan Dr. Abdul Kahar, M.Pd dalam kesempatan tersebut berpesan kepada seluruh peserta kegiatan yang di hadiri oleh seluruh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan beserta Ketua MKKS Provinsi Se-indonesia bahwa teruslah membantu program-program Kementrian dengan melakukan peran-peran inovatif dari masing-masing provinsi guna meningkatkan proses berjalannya program Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yakni PIP Dikdasmen dan KIP Kuliah merdeka tahun 2022 . "Maka apapun yang telah di dapat pada kegiatan ini kiranya di sosialisasikan dan di publikasikan sampai pada lapisan masyarakat umum," ungkapnya.

Pada kegiatan yang dilakukan di Bandung Jawa Barat ini adapun juga di delegasi dari Provinsi Maluku Utara yang di wakili oleh Operator penyaluran beasiswa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara yakni Fadli Abdul Kadir dan Perwakilan MKKS Provinsi Maluku Utara Amir H Kaufa.

Sementara itu, Operator penyaluran beasiswa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara Fadli Abdul Kadir kepada wartawan media ini melalui via telepon, Rabu, (6/4/2022) mengaku, dengan menghadiri kegiatan ini dirinya bersama rekannya sempat melakukan berkordinasi dengan Ketua Pusat Layanan Pembiayaan pendidikan yakni Dr. Abdul Kahar. terkait dengan penambahan kuota yang di berikan kepada 10 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Maluku Utara agar kiranya dilakukan penambahan. 

Sebab kondisi peserta didik yang ada di Maluku Utara adalah peserta didik yang sebagian besar adalah siswa yang kurang mampu, "Dengan adanya kordinasi tersebut Alhamdulilah mereka merespon sangat baik dan siap untuk mengakomodir penambahan kuota penerima bantuan pendidikan PIP untuk Maluku Utara, Karena sesuai dengan regulasi dan kebijakan pada persesjen no 10 tahun 2020 itu kan jelas, jadi mereka akan siap untuk mengakomodir itu". kata Fadli

Menindaklanjuti hal ini, Kepala dinas pendidikan provinsi Maluku Utara Dr. Imam Makhdy Hasan. Berikan warning kepada seluruh kepala satuan pendidikan baik itu SMA , SMK dan SLB agar apa yang menjadi data pokok penentu siswa penerima beasiswa agar segera mungkin di mutahirkan, "siswa yang yang berjumlah (- +)190.545 baik itu dari keluarga Rentan miskin maupun dari keluarga pemegang kartu KKS agar bisa berhak menerima bantuan dari pusat layanan pendidikan," ujarnya. 

Imam juga berharap kepada semua Kepala Cabang Dinas di 10 Kabupaten/Kota dan Ketua MKKS Se-provinsi Maluku utara agar tetap terus berkordinasi dengan Dinas pendidikan provinsi dalam memaksimalkan semua program-program kementrian "terutama pada program bantuan biaya personal pendidikan berupa PIP dan KIP Kuliah Merdeka, harapnya.(Aidar).

Share:
Komentar

Berita Terkini