Resah Dengan Limbah Perusahaan, Warga Tutup Paksa Pipa Saluran Limbah

Editor: Admin
Warga saat melihat kondisi Sungai Tongop Desa Molinow (foto/ist)

MINSEL-Sudah berlarut-larut, persoalan warga Desa Molinow, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) merasakan penderitaan akibat limbah dari salah satu perusahaan penyedap rasa yang berada di desa Radey.

Olehnnya, sejumlah warga telah melakukan penutupan saluran limbah perusahaan tersebut. karena tak tahan dengan bau limbah, mereka melakukan penutupan saluran limbah agar perusahaan tidak membuang limbah ke sungai Tongop. salah satu sungai yang berada di desa Molinow.

Sementara itu, problem ini sudah bertahun-tahun tak pernah diselesaikan oleh pihak perusahaan kepada warga yang terdampak limbah.

mirisnya, diketahui akibat limbah perusahaan sungai tongop, kini tak layak lagi digunakan. jangankan untuk mandi di sungai, untuk dikomsumsi hewan ternak pun masyrakat kini engan melakukannya.

"Selain ikan yang mati disungai tongop pasca limbah, bahkan hewan ternak kami sudah ada yang mati setelah mengkomsumsi air disungai tersebut," Ucap Fendy warga Desa Molinow, saat pertemuan dengan perusahaan penyedap rasa di Kantor Camat Tenga, Kamis (21/04).

Keluhan warga terkait limbah ini, sudah seringkali dikeluhkan warga kepada Pemerintah Daerah. Sayangnya menurut warga pemerintah belum mengambil keputusan tegas tentang limbah perusahaan.

"DLH sudah beberapa kali turun ke sungai melakukan pengecekan langsung disana. bahkan DLH juga sudah melakukan pengambilan sampel air disungai tongop untuk kemudian dilakukan pengujian LAB. hasilnya, DLH berasumsi bahwa air di sungai Tongop tidak tercemar, alias masih dibawah baku mutu. padahal faktanya, bukan hanya hewan ternak kami yang mati, sampai warga yang melintas ke sungai, harus merasakan gatal-gatal terkena air sungai. dari sini saja kita bisa menyimpulkan bahwa air sungai tongop tercemar dan tak aman bagi warga lagi," tambah Fendy.

Warga dan pihak perusahaan kembali melakukan pertemuan, pasca adanya penutupan pipa saluran limbah yang dilakukan warga. pertemuan dilaksanakan di Kantor Camat Tenga. yang dihadiri langsung oleh Camat Tenga Petrus Ulaan, Plant Head PT. Sasa Inti, Ardhian Herdayanto, HRD PT Sasa Inti Linda Prang, Hukum Tua Molinow Mody Selang, Ketua BPD Willy Sinubu dan perwakilan Warga Desa Molinow.

Tak ada kesepakatan dalam pertemuan ini, pasalnya warga menolak pertemuan dilaksanakan di Kantor Camat. warga meminta pertemuan kembali dilakukan di Desa Molinow. biar perushaan melihat kondisi di desa tersebut.

"Kami tidak akan membuka saluran pipa limbah yang sudah kami tutup, sebelum pertemuan dilakukan di tempat yang sudah disepakati sebelumnya. yaitu di Desa Molinow," tegas Fendy.

Sementara itu Hamid, Kepala Dusun (pala) III di Desa Molinow, menuturkan kemarin pihak perusahaan sudah bersepakat dengan pemerintah maupun masyarakat untuk pembuangan limbah harus mengunakan pipe line yang mengalir sampai ke laut.

"Kemarin kan sudah disepakati, pakai pipa line sampai ke laut, tapi hingga kini tak pernah ada. tututan kami sederhana, hentikan pembuangan limbah ke sungai Tongop. karna selama ini kami masyarakat yang merasakan penderitaannya. bukan Pemerintah," kata Pala Jaga III Desa Molinow.

Senada, Anita warga Desa Molinow menuntut keras problem ini, katanya sudah berlarut-larut hingga 2022 tak ada respon yang baik oleh pihak perusahaan.

"Hingga saat ini sudah dua kali berganti management perusahaan, sampai perusahaan yang saat ini. namun sayangnya tak pernah menggubris soal itu. dan warga telah mengambil langkah menutup saluran limbah milik perusahaan," terangnya.


Management Pt. SASA INTI saat menggelar pertemuan dengan Warga Desa Molinow di kantor Camat Tenga.

Plant Head PT. Sasa Inti Ardhian Herdayanto merespon keluhan warga, dirinya menjelaskan terkait akuisisi perusahaan yang dulunya dikelolah oleh perusahaan sebelumnya dan saham telah dialihkan ke perusahaan saat ini. pihaknya, terus berupaya melakukan sosialisasi kepada warga disekitar wilayah perusahaan apalagi mengenai amdal dan soal limbah yang saat ini telah dikeluhkan.

"kami tetap menjalankan proses limbah sekarang, limbahnya kami sudah olah, adapun yang disalurkan ke sungai itu, bukan limbah namun air hasil pengolahan limbah. dan untuk program tahun ini, kami akan melakukan normalisasi sungai tersebut," ucap Ardhian Herdayanto.

Dari pertemuan ini, warga masih bersikeras pada pendirian warga. yaitu tidak membuka pipa saluran limbah. sebelum perusahaan melakukan pertemuan dengan warga di desa, bukan di kantor camat. (Tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini