Suara Tuhan Yang Menjelma ke Darah Mahasiswa

Editor: Admin

Om Pala Melanesia

Suara rakyat suara Tuhan, yang di representase oleh mereka yang mewakili rakyat melalui pemilu tak dapat lagi di percaya sebagai suara Tuhan, karena mereka bekerja hanya untuk membesarkan tuan tuan pemegang Saham Industri Partai Politik, yang dibangun dari landasan oligarki, merampok sumberdaya alam atas nama kesejahteraan, mencekik rakyat atas nama pemulihan ekonomi, menekan suara rakyat atas nama demokrasi, maka pilihan terbaik menumbuhkan suara Tuhan dari darah perjuangan mahasiswa sebagai representase suara rakyat suara Tuhan yang suci di perdengarkan kepada para pemegang saham industri politik yang berkuasa di singasanah kejayaan oligarki.

Tuhan tak punya suara kepada para tuan-tuan pemegang saham, karena Tuhan murka kepada mereka yang mewakili suara Tuhan tak cukup kuat mengembang amanah suci Tuhan dalam mengelola rakyat. 

Mahasiswa mengambil jalan baik nan suci, bersuara yang lantang, tak gentar merebut pusat kuasa yang diselewenangkan dari mereka yang rakus merampok sumberdaya alam di negeri yang kaya.

Nyanyian merdu penuh semangat dari amarah ketidak Adilan terus di teriakkan agar ibu Pertiwi tersenyum melihat setiap gerak mahasiswa melintasi jalan perjuangan, pekikan kebebasan, lawan penindasan tak gentar melibas ketidak Adilan, jangan berhenti walau selangkah terus bunyikan langkah-langkah perjuangan mu, agar negeri ini tau kau selalu hidup membumi hanguskan para oligarki berkolaborasi merampas hak hidup rakyat dari sumberdaya yg kuasai oleh negara untuk kemakmuran hanya bait konstitusi yang di injak-injak atas nama kekuasaan.

Bubarkan antrian minyak goreng, bubarkan antrian BBM, bubarkan antrian sembako murah, lalu satukan barisan dalam antrian yang solid melawan ketidakadilan, kobarkan semangat melawan mereka yang haus kekuasaan menambah kuasa, melawan mereka yang haus kuasa merampas hak Otonomi daerah dan menggeser ke sentralistik, terus bergerak pekikan kebebasan untuk biaya hidup yang murah jangan biarkan merampas hak rakyat atas nama pemulihan ekonomi, naikkan pajak sembako, naikan harga yang tersisa hanya kucuran keringat dan darah yang turun menetes dari wajah rakyat yang kusam, jangan berhenti pengawal. 

Perubahan, jangan takut, tuhan menyertai mau meneruskan suara suci suara Tuhan, terus kobarkan darah muda mu untuk lawan terus melawan agar dunia tau kau bukan penakut. (Red/tim) 

Share:
Komentar

Berita Terkini