Sultan Ternate Hidayatullah Sjah Dukung Gerakan Kembali Ke sekolah

Editor: Admin
Foto bersama anak putus sekolah dengan sultan Ternate, Om Pala Melanesia, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Element Kepemudaan. (Sumber:ist)

Ternate-Perayaan pendidikan Fitri yang digagas oleh Basudara Kampoeng Melanesia Nusantara bersama dengan element pemuda, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat mendapat dukungan penuh dari kesultanan Ternate. Dalam acara tersebut Sultan Ternate ke 49 Hidayatullah Sjah mengatakan bahwa sangat mendukung kegiatan ini sebab kegiatan ini bagian dari menjaga problem dasar masyrakat.

"tugas Kesultanan Ternate menjaga problem dasar masyarakat baik di sektor pendidikan kesehatan dan ekonomi, agar kesejahteraan masyarakat terjamin," terang Sultan.

Menurut dia fungsi sosial ini menjadi penting bagi peran kesultanan yang terkait dengan kehidupan masyarakat, karena itu kesultanan Ternate mendukung penuh Gerakan Kembali Ke Sekolah sebagai sebuah gerakan sosial bagi kemaslahatan.

"saya tegaskan walaupun dukungan pendanaan 1 triliun untuk maju sebagai Gubernur tidak akan saya pilih menjadi Gubernur, pilihan saya tetap sebagai Sultan Ternate, karena kesultanan tidak mengenal batas geografis, batas administrasi pemerintahan dll," jelas Sultan Ternate itu.

Lanjut, ia juga mengatakan kesultanan Ternate memiliki fungi pada menumbuhkan kemanusiaan yang lintasan kewenangan kemanusiaan tidak dibatasi administrasi pemerintahan dll.

Sementara itu penegasan ini mendapat dukungan dari Om Pala Melanesia, Mukhtar Adam menjelaskan bahwa Sultan Ternate lagi mengajarkan kepada kita semua pentingnya peran kesultanan dalam dimensi kemanusiaan dan kemaslahatan.

"Sultan perlu terus menjaga dan tidak tergiur dengan dunia politik dan kekuasaan, terlalu banyak fakta pemimpin sosial yang bergeser ke politik hanya merusak tatanan sosial, rebutan kekuasaan politik telah menurunkan derajat dari kesultanan sebagai institusi sosial," ujar Akademisi Unkhair itu.

Om Pala bilang Sultan Ternate juga memberi pesan di hari Fitri yang bertepatan dengan hari pendidikan agar kita masing-masing fokus pada tugas kita jangan saling campur.

"Bagi ASN bekerjalah secara profesional di bidangnya, politisi dengan bidangnya kesultanan dengan bidangnya, jangan saling campur aduk hanya akan menurunkan legitimasi kesultanan sebagai sumber inspirasi perubahan sosial," pungkas Mukhtar. (Red/tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini