Akademisi Jagokan Mukhtar Adam-Beni Laos Jadi Gubernur Malut

Editor: Admin
Hudan Irsyadi Akademisi Unkhair Ternate 

Malut-Maraknya Kandidat Gubernur Maluku Utara kedepan, dibutuhkan pemimpin muda yang memiliki keahlian dan kompetensi di masing-masing Bidang. Hudan Irsyadi menyebut, Dr Mukhtar Adam, akademisi yang banyak berkecimpung di dunia praktek penyelenggaraan pemerintahan, baik pusat, Provinsi, maupun daerah kabupaten/ kota lainnya. Bahkan tak segan-segan sampai turun jauh ke desa. 

"Dr. Mukhtar atau yang kita kenal dengan sebutan om pala, memiliki pengalaman dalam pendampingan dan memberikan arahan bagi kemajuan pemerintahan," ungkap Hudan Irsyadi akademisi Unkhair Ternate. Melalui rilis resminya. Sabtu (13/08/22).

Katakanlah dari desa saat belum menerapkan UU Desa dengan anggaran desa yang dikenakan dengan Dana Desa, om pala telah mendampingi pemerintah desa di Pulau Morotai pada masa pemerintahan Rusli Sibua yang dikenal dengan Satu Desa Satu Miliar (SDSM).

Lanjut Hudan mengatakan pengalaman lain, om pala pernah menjadi tim asistensi Provinsi Kepulauan pada asosiasi Pemerintah Provinsi Kepulauan, menjadi staf ahli Gubernur pada masa Thaib Armaiyn, pernah menjadi staf ahli Bupati Morotai, Bupati Halsel masa pemerintahan transisi oleh Arif Yasin Wahid, mendampingi DPRD saat ini dengan pemerintah Halbar dan Morotai.

Selain itu Mukhtar Adam juga di kenal Ekonom di Kementerian Keuangan, menjadi Evakuator Bappenas, ikut terlibat dalam penelitian dan kajian di Bank Indonesia, yang membuat Mukhtar Adam memiliki cukup pengalaman untuk merumuskan kebijakan pembangunan guna mendorong percepatan keluar dari hambatan atau jebakan tambang di Malut.

Bagi Hudan dari para praktisi profil yang memiliki kemampuan mengeksekusi kebijakan yang produktif adalah Bupati Pulau Morotai Benny Laos (BL). Selain sebagai seorang pengusaha yang terlatih dalam mengeksekusi kebijakan yang produktif. Beberapa progres pembangunan telah dihasilkan oleh BL dan sangat berdampak bagi warga di pulau Morotai.

Mukhtar Adam - Benny Laos (MA-BL) merupakan Kolaborasi akademisi yang memiliki kemampuan merumuskan kebijakan bersama pengusaha yang memiliki kemampuan mengeksekusi kebijakan. 

Selain itu Hudan bilang keterwakilan mereka dapat dianalogikan seperti "film Cina". Di mana mewakili Selatan ada Mukhtar Adam,  dan mewakili Utara ada Benny Laos. Pada titik inilah, kolaborasi akademisi dan pengusaha berpotensi mendorong percepatan pembangunan Maluku Utara. (Red/tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini