BPK Konkoorcab PKC PMII Malut Di Minta Tinjau Ulang Berkas Muhlis Usman

Editor: Admin
Ketua tim pemenang 

TERNATE – Perhelatan kontestasi di tingkat strutural Koordinator Cabang (Konkoorcab) Ke-IV PKC PMII Maluku Utara suhu politiknya makin memanas. Informasi yang dihimpun media ini, Minggu (21/8/2022) sore nanti Pukul 16.00 Wit, Badan Pekerja Konkoorcab (BPK) melaksanakan pengumuman dan pengambilan nomor urut Calon Ketua PKC dan Ketua Kopri PKC PMII Maluku Utara di sekretariat BPK Aula Asrama Haji Transit Ternate, Kelurahan Ngade, Kecamatan Kota Ternate Selatan.

Sementara, bakal calon yang telah mendaftarkan diri dalam Konkorcab tersebut yakni, Wahida Abd. Rahim Ketua Kopri PKC PMII Malut dan Muhlis Usman Mantan Ketua PC PMII Halmahera Selatan.

Ketua Tim Pemenangan Sahabat Wahida, Harisa H. Torano mengatakan momentum Konkorcab sangat dinantikan oleh seluruh kader PMII Maluku Utara. “Momen ini para kader semua berharap menemukan pemimpin PKC PMII yang amanah,” ucap Sahabati Risa sapaan akrab Harisa H. Torano.

Ia berharap, Konkoorcab Ke-IV ini menjadi momen sakral, dimana proses dan dinamika dengan nuansa demokrasi harus merealisasikan nilai-nilai NDP yang diterjemahkan ke dalam Tri Motto PMII, Tri Komitmen (Kejujuran, Kebenaran dan Keadilan) dan Tri Khidmat (Taqwa, Intelektual, dan Profesional).

“Hal ini luput dilakukan oleh Badan Pekerja Konkoorcab (BPK). Bahkan BPK terindikasi ditekan oleh oknum tertentu untuk mengamankan salah satu bakal calon yang secara nyata dan larat administrasi tidak memenuhi syarat, sebab secara usia Sahabat Muhlis sudah berusia 28 tahun terbaca dalam NIK dan dengan gagah dia memanipulasi tahun lahirnya menjadi 1995 dari yang sebenarnya 1994 bulan Juni,” jelas Harisa.

Masih katanya, pihaknya juga menyesalkan sikap Pengurus PKC PMII Maluku Utara dengan mengintervensi kerja-kerja BPK sehingga dalam Verifikasi berkas bakal calon (Balon) terkesan diputuskan secara sepihak.

“Untuk itu sore ini kami akan menghadiri proses pengumuman dan pengambilan nomor urut dengan melayangkan surat keberatan kepada BPK agar meninjau kembali berkas sahabat Muhlis sebab kami sudah mengantongi seluruh bukti-buktinya. Kami juga mengingatkan kepada BPK agar berhati-hati dalam mengambil keputusan sebab didalam AD/ART telah mengatur dengan jelas,” tegas Ketua Tim Pemenangan Wahida Abd. Rahim.

Lebih lanjut, Harisa mengutarakan beberapa poin yang nantinya akan disampaikan kepada Badan Pekerja Konkoorcab Ke-IV PKC PMII Maluku Utara sebagai berikut ;

1. BPK Ke-IV PKC PMII Malut integritasnya dalam melaksanakan tugas dipertanyakan.

2. BPK sebagai penanggung jawab penyelenggaraan Konkoorcab harus transparan mengumumkan berita acara hasil Rapat Pleno BPK PKC PMII Maluku Utara terkait hasil verifikasi berkas bakal calon Ketua PKC PMII dan Ketua Kopri PKC PMII Maluku Utara dengan menyertakan hasil verifikasi berkas asli dan kopian agar dicocokkan. Hal ini berdasarkan asas transparansi informasi publik yang berhak diakses terkhusus oleh seluruh kader PMII.

3. Berkas salah satu calon Ketua PKC atas nama Muhlis Usman patut ditinjau kembali, sebab tanggal lahir di KTP dari awalnya tahun 1994 di manipulasi menjadi 1995. Berkas yang bersangkutan juga dimasukkan ke BPK tidak melampirkan dokumen asli sebagai prasyarat dalam verifikasi berkas (Kecocokan data).

4. Meminta perhatian serius kepada PB PMII agar selalu memantau perkembangan jalannya Konkorcab Ke-IV PKC PMII Maluku Utara.

5. Terkait dengan manipulasi tahun lahir di NIK kami akan konfirmasi ke Dukcapil Kabupaten Halmahera Selatan, jika benar maka kami akan tempuh jalur hukum.

“Ke lima poin tersebut yang akan kami sampaikan kepada BPK nanti,” tandas Hari (red/tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini