Elang Di Anggap Mampu Atasi Stunting

Editor: Admin
Foto Istimewa 

Weda- Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) mendapatkan penghargaan tertinggi sebagai urutan ke 2 penanganan Stunting yang menjadi arahan prioritas pembangunan nasional di bidang kesehatan. Rabu, 31/08/2022

Bupati Halmahera Tengah Drs. Edi Langkara, MH.  Mengatakan bahwa upaya ini ada melalui sinergitas dan kerja terpadu melalui bappelitbangda, Dinkes, dinas p2kb, pendidikan, serta Perkim dan Ekbang merupakan upaya yang maksimal, untuk menjadikan generasi emas Halmahera tengah yang tangguh dan berkualitas sesuai misi pemerintah daerah untuk mewujudkan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas. 

Menurutnya, program penanganan stunting ini mulai dari tingkat desa sampai tingkat kabupaten melalui rakor dan workshop, sebagai upaya sinergitas maka Bupati Halmahera tengah telah menanda tangani kesepakatan kerjasama penurunan stunting dengan 40 kepala desa dalam wilayah Kabupaten Halmahera Tengah. Dan penghargaan ini di serahkan langsung oleh mendagri dirjen bina pembangunan daerah dr Setya Budi mpd. 

Elang juga berharap agar OPD teknis yang menangani langsung pencegahan dan agar lebih optimal dan lakukan inovasi agar kedepan Halmahera Tengah lebih baik dari saat ini. Khusus untuk  Penerimaan penghargaan stunting ini dalam Penilaian kinerja Delapan (8) Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Tahun 2021 untuk tingkat Propinsi Maluku Utara di Prime Plaza Hotel Sanur Bali. (Pulau Bali) Selasa 30 Agustus 2022.

Penghargaan Yang diberikan tersebut diberikan pada sela-sela agenda workshop Penguatan perencanaan dan penganggaran melalui delapan aksi konvergensi di hotel yang sama dan penyerahan penghargaan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri  (DR. Teguh Setyabudi, M.PD). 

Kabupaten/kota yang mendapatkan undangan pemberian Apresiasi Penilaian kinerja Delapan (8) Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Tahun 2021 sebanyak. 48 Kabupaten/Kota. Yaitu: 

1. Provinsi Sumatra Barat (Kab. Pasaman Barat, Kab. Lima Puluh Kota, Kab. Pasaman) 

2. Provinsi Kepri   (Kab. Natuna, Kab. Karimun, Kota Batam)

3. Provinsi Kep Babel (Kab. Bangka, Kab. Bangka Selatan, Kab. Bangka Barat)

4. Provinsi Sumsel (Kab. Banyu Asin, Kab. Ogan Komerin Ulu, Kab. Ogan Komerin Ulu)

5. Provinsi Jabar (Kab. Sumedang, Kota Bandung, Kota. Bogor)

6. Provinsi Jateng (Kab. Magelang, Kab. Cilacap, Kab. Sragen)

7. Provinsi Jatim ( Kab. Tulungagung, Kab. Trenggalek, Kota Surabaya

8. Provinsi NTB ( Kab. Sumbar, Kab. Lombok Timur, Kab. Bima)

9. Provinsi NTT ( Kab. Nagekeo, Kab. Rotendao, Kab. Sumba Barat)

10. Provinsi Kaltara ( Kab. Bulungan, Kab. Malinau, Kab. Nunukan)

11. Provinsi Kaltim ( Kab. Kutai Kartanegara, Kab. Panjam Pasir Utara, Kota Samarinda)

12. Provinsi Kalsel ( Kab. Hulu Sungai Tengah, Kab. Tabalong, Kab. Tanah Bumbu)

13. Provinsi Sulteng ( Kab. Banggai, Kab. Parigi Moutong, Kab. Banggai Kepulauan)

14. Provinsi Maluku ( Kab. Maluku Tenggara, Kab. Seram bagian Barat, Kota Ambon)  

15. Provinsi Maluku Utara ( Kab. Halmahera Selatan, Kab. Halmahera Tengah, Kab. Halmahera Timur).

Untuk Provinsi Maluku Utara yang mendapatkan penghargaan sebagai Juara I Kab. Halmahera Selatan, Juara II Halmahera Tengah dan Juara III  Kab, Halmahera Timur. 

Terlepas dari itu PLT Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Tengah Lutfi Djafar mengatakan, terkait dengan pelaksanaan program penanggulangan stunting Dinas Kesehatan Halmahera Tengah berupaya penanganan kasus gizi kurang, sampai gizi buruk, dan upaya perbaikan gizi masyarakat, sebaai salah satu upaya untuk mencegah stunting, perbaikan sanitasi keluarga, Penanganan kesehatan Ibu hamil secara prosedur, pelaksanaan pelayanan kesehatan bagi Bayi, Balita, Anak Usia remaja, dalam keterkaitan dengan upaya untuk melakukan pencegahan, serta adanya kegiatan survei SSGI, untuk melakukan evaluasi cakupan penanggulangan stunting yang ada di Halmahera Tengah.

Kegiatan-kegiatan di atas itu merupakan kegiatan kegiatan terhadap program Kesehatan, yang menjadi urusan wajib Pemerintah Daerah sesuai amanat UU 23 tahun 2014 yang terdiri dalam 12 indikator SPM. Dan hanya dari 12 indikator itu yang kemudian kami lakukan kegiatan.

yang mungkin didalam indikator itu seperti pelayanan kesehatan terhadap Ibu Hamil, terhadap Bayi Baru lahir, terhadap Balita, Anak dan remaja, dan sementara menyangkut pelaksanaan program stunting itu kita di halteng baru berjalan 2 tahun. 

Terkait dengan Penghargaan ini Kepala bappelitbangda Drs. Salim Kamaluddin, M.Si juga  menambahkan, Penanganan Stunting Harus Tetap didukung mulai dari Proses Perencanaan, Pelaksanaan, Monitoring dan Evaluasi Program kegiatan OPD Yang terlibat Langsung. “ Semua Kegiatan Yang Mendukung Stunting Harus Tepat Sasaran sebagaimana yang sudah di rencanakan pada Aksi II. (Perencanaan Kegiatan) sehingga kedepan Kabupaten Halmahera Tengah Angka Prevalensi Stunting dalam Diturunkan” Tegas Kepala Bappelitbangda Kabupaten Halmahera Tengah.

Pada Acara Work Shop ini Kabupaten Halmahera Tengah dihadiri Oleh Bupati Halmahera Tengah yang diwakili Oleh Kadis Kesehatan Lutfi Djafar, SKM dan Kepala Bidang Pemerintahan, Pembangunan Daerah dan Manusia yang di wakili oleh Feher Lasut, SP). Pungkasnya

Share:
Komentar

Berita Terkini