Sambut Harlah, PW LP Ma'arif NU Malut Gelar Upacara Bendera

Editor: Admin
Dr. Jisman Majid Ketua Wilayah LP Ma'arif NU Maluku Utara (foto:ist)


Ternate- Menyambut hari lahir lembaga pendidikan Ma’arif NU ke-93, Pengurus Wilayah LP Ma’arif Provinsi Maluku Utara menggelar upacara bendera secara bersama-sama secara serentak di 10 Kabupaten Kota Di Provinsi Maluku Utara. 

Ketua PW LP Ma’arif Provinsi Maluku Utara Dr. Jisman Majid dalam memimpin upacara tersebut membacakan amanat dari ketua umum LP Ma’arif NU PBNU Muhammad Ali Ramadhan.

Lembaga Pendidikan Ma’arif PBNU baru saja menyelesaikan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dihadiri oleh seluruh Pengurus Wilayah se-Indonesia. Berbeda dengan Rakernas sebelumnya, Rakernas kali ini hadir pada saat kita harus merespon berbagai perubahan fundamental yang terjadi di tengah masyarakat. Perubahan ini setidaknya disebabkan 2 (dua) peristiwa besar. 

Pertama, peristiwa Pandemi Covid-19 yang berdampak pada terjadinya learning loss pada siswa kita. 

Pemerintah telah merilis, Covid-19 dalam tahun 2020-2021 ini telah berdampak pada berkurangnya kemajuan belajar pada siswa kita yang membutuhkan waktu 5 sampai 6 bulan untuk memperbaikinya. Kondisi ini tentu kerugian besar bagi kita semua. Karena kita semua mengetahui, hal ini akan menghambat kita dalam mewujudkan visi Generasi Emas dalam Satu Abad NU di tahun 2026, serta visi SDM Unggul di tahun 2024 sebagaimana yang dicanangkan Pemerintah.

Kedua, peristiwa pesatnya perkembangan teknologi yang kita kenal  dengan Revolusi Industri 4.0. Setidaknya, Revolusi Industri 4.0 ini berdampak pada terjadinya perubahan mendasar pada 3 (tiga) sektor kehidupan umat manusia, yaitu: (1) berubahnya pola hidup manusia(the changing nature of life); (2) berubahnya ekosistem kerja (the changing nature of work); dan (3) berubahnya ekosistem pendidikan (the changing nature of education). Untuk yang terakhir, tanpa pandemi Covid-19 sekalipun, dunia pendidikan akan bergerak ke arah mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran/ pendidikan. Kehadiran Covid-19 hanya mempercepat saja kita ke arah digitalisasi dan otomisasi proses pendidikan. Di sini, teknologi tidak hanya menjadi tools atau media untuk menyampaikan bahan ajar, tapi justeru teknologi menjadi sumber belajar itu sendiri. Dengan bantuan teknologi, menjadikan semua orang dapat mengakses sumber pengetahuan dari mana saja dan kapanpun.

Atas dasar itu, berdasarkan dua peristiwa besar tersebut, Lembaga Pendidikan Ma’arif PBNU melihat ekspektasi masyarakat terhadap peran dan fungsi lembaga pendidikan tidak lagi sama dengan sebelumnya. Untuk itu kami mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pengurus dan guru untuk bersama-sama melakukan transisi dalam menghadirkan lembaga pendidikan yang responsif dan adaptif dengan perubahan. 

Kita tidak dapat lagi menyelenggarakan tatakelola pendidikan secara konvensional di tengah tingginya harapan masyarakat dengan lahirnya tatakelola pendidikan yang terdigitalisasi dan otomatisasi. Sama halnya kita tidak dapat lagi menghindar dari tuntutan lulusan yang memiliki kemampuan literasi digital dan kompetensi Abad 21 sebagaimana yang diharapkan masyarakat saat ini.

Transisi sebagaimana yang dimaksud membutuhkan komitmen bersama  dari seluruh pemangku kepentingan pendidikan di lingkungan Nahdlatul  Ulama untuk menghadirkan ekosistem pendidikan yang sehat, tidak terkecuali para wali murid yang notabene adalah guru bagi siswa kita kala berada di lingkungan keluarga. Ekosistem pendidikan yang sehat adalah ekosistem pendidikan yang ramah, nyaman, dan mendukung tumbuh kembangnya siswa dan guru secara optimal. Melalui ekosistem pendidikan yang sehat, kita tidak hanya akan mampu mentransfer pengetahuan secara optimal kepada siswa, tapi juga mampu mewariskan cara hidup sehat yang akan menjadi rujukan para siswa sepanjang hayat.

Tantangan mewujudkan ekosistem pendidikan yang sehat tidaklah mudah. Hal setidaknya dibuktikan dipengaruhi oleh 2 (dua) hal berikut: Pertama, masih cukup masifnya berbagai tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan lembaga pendidikan. Berdasarkan data yanng dirilis Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, sejak Januari 2022 saja, ada sebanyak 514 kasus dengan jumlah korban sebanyak 626 korban kekerasan yang terjadi di lingkungan lembaga pendidikan.

Kedua, masih masifnya gerakan infiltrasi oleh kelompok yang mendukung pemahaman intoleran. Hal ini di samping bertentangan dengan tujuan menghasilkan generasi muda yang demokratis sebagaimana tersaji dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, juga bertentangan dengan kompetensi Abad 21 yang menekankan kemampuan berfikir tingkat tinggi (higher order thinking skills).

Berangkat dari fakta dan fenomena tersebut, sebagai upaya untuk memastikan lahirnya ekosistem pendidikan yang sehat di lingkungan Nahdlatul Ulama, maka Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama mengajak kepada seluruh pengurus di tingkat Cabang dan Wilayah untuk membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan, Perundungan, dan Intoleransi pada Satuan Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama, atau yang diistilahkan dengan satgas Ma’arif Bermartabat. Melalui upaya ini, diharapkan siswa, guru, bahkan seluruh warga madrasah dan sekolah di lingkungan Nahdlatul Ulama dapat tumbuh dan mengembangkan potensinya dengan nyaman dan aman.

Kami menyadari, bahwa berbagai upaya yang kami lakukan tidak akan membuahkan hasil apapun jika kita tidak bergerak bersama-sama. Pepatah lama mengatakan, “Jika ingin berjalan cepat, maka berjalanlah seorang diri. Namun jika ingin berjalan jauh, maka berjalanlah bersama-sama.” Hal ini mengisyaratkan kepada kita, bahwa kerja jangka Panjang ini harus kita lakukan secara bersama-sama. Pengurus, guru, siswa, bahkan wali murid semuanya memiliki andil dalam mewujudkan lembaga pendidikan yang adaptif dengan berbagai perubahan, serta nyaman dan aman untuk tumbuh kembangnya siswa dan guru.

Demikian amanat yang dapat kami sampaikan dalam Peringatan Hari Lahir Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama ke-93 ini. Semoga kita senantiasa diberi kekuatan Bergerak Bersama untuk Bangkit dan Bermartabat dalam menghadirkan lembaga pendidikan yang adaptif dan responsif, serta lingkungan pendidikan yang sehat bagi semua.

Usia membacakan amatan tersebut Ketua PW LP Ma’arif Maluku Utara berharap dunia pendidikan saat ini telah mengalami perubahan sangat pesat, untuk itu  para Guru dan siswa di setiap satuan pendidikan agar selalu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dalam proses pembelajaran yang berlangsung . 

Selain itu Dr. Jisman Majid mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada  Ketua Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi  Maluku Utara atas Do'anya  serta  seluruh pihak yang berpartisipasi sehingga upacara ini berjalan dengan lancar.(red/tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini