Banggakan Indonesia, Santri MBI Amanatul Ummah Juara lomba Robotik Tingkat Internasional

Editor: Admin
Adilah Rafi Muhammad, Muhammad Robithul Arif Abdullah, Mahendra David Cahya Eka Setiyawan, Mohammad Farich Ardiansyah dan Lazuardi Salman Asrofi sukses menyabet berbagai macam gelar juara dalam kejuaraan World Robotic for Peace yang diselenggarakan oleh IRTC di Kuala Lumpur Malaysia.

Jawa Timur,- Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Amanatul Ummah berhasil meraih kejuaraan World Robotic for Peace yang diselenggarakan oleh IRTC di Kuala Lumpur Malaysia pada tanggal 29 November s/d  Desember 2023.

Lembaga Unggulan dibawah naungan Yayasan Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto itu sukses mencetak sebuah sejarah di tingkat mancanegara dikarenakan dengan segudang prestasi yang diraih.

Hal ini disampaikan Pembimbing Lomba MBI, Hadi Prasetyo, Kepada media ini ia mengatakan WRP 2022 merupakan ajang tahunan dan bagian dari kompetisi robotika yang bergengsi di tingkat internasional. Sesuai misi penyelenggara.

"Kompetisi ini menanamkan kedamaian pada para siswa, bahwa robot dan teknologi bukanlah alat untuk perang, tetapi banyak hal yang bermanfaat bagi manusia," ujar Hadi.

Hadi menyebutkan Tim Robotika Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Amanatul Ummah yang beranggotakan Adilah Rafi Muhammad, Muhammad Robithul Arif Abdullah, Mahendra David Cahya Eka Setiyawan, Mohammad Farich Ardiansyah dan Lazuardi Salman Asrofi sukses menyabet berbagai macam gelar juara dalam kejuaraan World Robotic for Peace yang diselenggarakan oleh IRTC di Kuala Lumpur Malaysia.

"Prestasi yang mereka raih diantaranya Juara 2 Line Tracer, Juara 2 Sumo Pro 1kg, Juara 1 Best Point Soccer Pro 500gr, Juara  3 Best Strategy Soccer 500gr, Juara 1 Best Point Sumo Pro dan Juara 2 Best Point Line Tracer," sebut Guru Idolanya para santri itu.

Lanjut Hadi mengatakan atas prestasi ini akan mengangkat marwah dan martabat Pondok Pesantren Amanatul Ummah bahkan martabat Indonesia secara keseluruhan. 

“Kalo saya jadi Presiden ataupun Pihak Kemenag, Saya akan menyampaikan ini adalah sebuah prestasi yang sangat membanggakan bagi santri sekaligus sebagai bukti bahwa santri kini telah mampu bersaing dalam bidang teknologi bahkan dalam kancah internasional.” ujar Hadi.

Bahkan Hadi bilang dengan berkompetisi di tingkat internasional membuktikan bahwa santri MBI telah siap kuliah dan kerja.

"Ya memang santri kerap kali menyandang stigma kolot ataupun terbelakang namun dengan adanya prestasi yang membanggakan ini dapat menampik stigma tersebut," imbuhnya.

Ia berharap semoga kelak akan muncul lagi bibit-bibit santri yang akan melek teknologi untuk keberlangsungan Indonesia Emas 2045. 

"Santri wajib hukumnya untuk berprestasi karena santri adalah pondasi berdirinya Negara Indonesia, dengan berprestasi santri akan memberikan kontribusinya terhadap negeri melalui caranya masing-masing dan tentu tetap memegang akhlaqul karimah. Dan saling bahu membahu agar dapat mewujudkan Santri Mendunia untuk Indonesia," pungkas Hadi. 

Penulis : Ahmad Izzu Had'an

Editor   : Gamal Marinyo

Share:
Komentar

Berita Terkini