BPBD Kesal Dengan Camat Dan Kades, Soal Kebakaran Di Sula

Editor: Admin
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),Hi.Buhari Buamona

SANANA-Satu uni rumah di Kompleks Lorong Ketapang (Lorket) Desa Falabisahaya, Kecamatan Mangoli Utara, milik La Ode Nurdin lenyap dilahap sijago merah. Peristiwa tersebut terjadi pada hari rabu tanggal 7 sekitar pukul 13:00 WIT, dua hari pekan lalu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Hi.Buhari Buamona ketika dikonfirmasi Nusantaratimur.com, Jumat (9/12/22) mengatakan bahwa, menyangkut dengan bencana itu semua perihatin. Bahkan bukan saja pemerintah daerah tapi semua masyarakat Falabisahaya juga perihatin.

"Dalam peristiwa itu, hampir saja masyarakat juga cepat tanggap kalau tidak api bisa merambat ke rumah-rumah warga yang lain. Walaupun itu sesuatu yang sudah di takdirkan Allah, tapi Alhamdulillah cuma satu rumah yang terbakar, tidak merambat ke ruma-rumah warga yang lain,"ujarnya.

Hi.Buhari juga terlihat kesal dengan Pemerintah desa dan Camat Kecamatan Mangoli Utara yang terlambat melaporkan kejadian tersebut.

"Seharusnya peristiwa seperti ini, aparat desa dalam hal ini Kepala desa maupun Camat setempat kalau memang mereka berada di tempat berarti harus sudah konfirmasi atau komunikasi dengan kami BPBD. Kebakaran sudah lewat satu hari baru saya mengetahuinya,"kesalnya.

Lanjut dia, kalau mereka konfirmasi lebih awal berarti kita upayakan dengan jalan apapun harus BPBD untuk turun ke lokasi. "Setelah saya cek, Camat selama 1 minggu kemungkinan tidak berada ditempat tugas. Kalau kepala desa berada di tempat tapi mungkin faktor jaringan di Kecamatan itu tidak bagus," ungkapnya.

Tambahnya dia, setelah dirinya lapor peristiwa itu kepada bupati, bupati tanya sebab-sebabnya sehingga terjadi kebakaran itu. Ia sampaikan bahwa untuk sementara penyebab sampai terjadi kebakaran itu juga belum tau. 

"Tapi saya sampaikan kepada bupati bahwa yang bersangkutan La Ode Nurdin pemilik rumah itu kemungkinan sedang berobat di Ternate, sehingga belum tau pasti rumah itu kosong atau tinggal keluarganya saja atau seperti apa, saya juga belum dapat informasi yang pasti,tapi yang pastinya rumah terbakar abis. Saya sampaikan kepada bupati seperti itu,"ujarnya.

Setelah mendengar apa yang ia sampaikan, ibu Bupati langsung perintahkan bahwa walaupun kondisi dan keadaan seperti apapun tapi paling tidak harus turun ke lokasi kebakaran.

"Setelah melaporkan kebakaran itu kepada bupati, saya langsung buat rapat dengan tiga Kepala Bidang dan dua Kasubag serta tiga Kepala Seksi dan perencanaan. Melalui hasil rapat itu, saya perintahkan Kepala seksi turun ke lokasi dan mendata, kemudian ketemu dengan Kepala desa dan tokoh masyarakat yang ada disana untuk menyerap informasi penyebab kebakaran itu,"sambungnya.

Kemudian dirinya minta data apa-apa saja yang dapat diselamatkan dalam kebarakan itu. Namun mungkin kebarakan itu tidak ada benda-benda yang selamat, semuanya terbakar habis. Kemudian ia minta hitung kerugian nya." Insa Allah nanti setelah Bupati dan pak sekda pulang saya akan lapor hasilnya.

"Menyangkut dengan bencana puting beliung dan bencana kebakaran seperti itu tidak serta merta semua menjadi tanggungjawab BPBD tapi juga menjadi tanggunggjawab Dinas Perkim dan Dinas PUPR,"jelasnya.(Sdl).

Share:
Komentar

Berita Terkini