Kasus Lakalantas Komisioner Bawaslu Sula, Polisi Bingung Dengan Jaksa

Editor: Admin

 

Kapolres Kepsul, AKBP Cahyo Widyatmoko kepada awak media, Kamis (8/12/22).
SANANA-Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) diduga memperlambat proses kasus lakalantas yang melibatkan oknum anggota komisioner bawaslu Kepsul, Ajuan Umasugi. Hal ini disampaikan Kapolres Kepsul, AKBP Cahyo Widyatmoko kepada awak media, Kamis (8/12/22).

Dirinya mengatakan ada keterlambatan pemberkasan perkara lakalantas yang melibatkan oknum anggota komisioner Bawaslu Kepsul itu karena bawasannya petunjuk dari Jaksa ada beberapa kali perubahan.

"Saya tidak soujon, tidak berburuk sangka tapi faktanya seperti itu,"ucap Kapolres.

Cahyo membeberkan bahwa, perkara yang ditangani adalah perkara lakalantas yang dimana kita suda cantumkan pasal 310 ayat (3) dan ayat (4).

"Ayat (3) dicantumkan karena menyangkut dengan lakalantas yang mengakibatkan orang luka berat. Memang faktanya pada saat itu korban mengalami luka berat sebelum meninggal dunia. Kemudian pasal (4) nya mengakibatkan orang meninggal dunia,"jelas cahyo.

Lanjut Kapolres, setelah kita limpahkan berkas tahap pertama kemudian ada petunjuk P19 dari Jaksa untuk menambahkan pasal 359 KUHP. Petunjuk Jaksa untuk menambahkan pasal itu sudah dipenuhi.

"Setelah kita penuhi, kita kirim kembali berkasnya, kemudian ada lagi petunjuk berikutnya dari Jaksa, yakni menghilangkan pasal 310 ayat (3) tentang luka beratnya itu dihilangkan. Petunjuk itu pun sudah kita penuhi,"ujar Kapolres.

Tambah Kapolres, setelah kita penuhi, kita kirim lagi berkasnya ke Jaksa dan kemudian ada petunjuk lagi, "kok disuru memunculkan lagi pasal 310 ayat (3) yang pada petunjuk sebelumnya sudah diminta untuk di hilangkan, ini yang membuat kita dari kepolisian bingung. Fakta dilapangan seperti ini,"cetus Cahyo.

ia juga bertanya ada apa dengan kasus ini. "polisikan tidak boleh soujon, namun kalau kita berilusi, ini sebenarnya ada apa sih, apakah komisioner bawaslu ini sengaja mengulur-ulur waktu, tapi kok kenapa mengulur waktu pakai tangan orang lain, gitu loh. Petunjuk nya kok beruba-rubah terus, gak konsisten," kesal Kapolres.

Dirinya juga meminta kepada rekan-rekan media jangan curiga sama polisi. "Polisi ga ada unsur menerimah sesuatu berbentuk materi dan fasilitas dari oknum komisioner bawaslu ya. Kita hanya murni menindak lanjuti petunjuk dari Jaksa," Sambung Kapolres.

"Suru menambahkan pasal sudah kita tambah, suru mengurangi pasal sudah kita kurangi,kok salah lagi. Kita disuru kembali menambahkan pasal sudah kita nambah lagi," pungkas Cahyo.(Sdl/red).

Share:
Komentar

Berita Terkini