Penyakit Menular Frambusia di Sula Meningkat

Editor: Admin

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara (Malut) Suryati Abdullah foto Bersama
SANANA-Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara (Malut) Suryati Abdullah menyampaikan bahwa pada tahun 2018 telah ditemukan 2 kasus Frambusia di Desa Fuata Kecamatan Sulabesi Selatan. Kemudian di tahun 2019 setelah dilakukan verifikasi di temukan lagi sebanyak 2 kasus Frambusia.

"Namun untuk mencegah kasus tersebut maka telah dilakukan Pemberian Obat Pencegahan Masal (POPM) total kepada penduduk pada tahun 2021,"ujarnya melalui pertemuan persiapan kegiatan Survei Serologi Frambusia (SSF) yang digelar di Aula Hotel Beliga Desa Fagudu Kecamatan Sanana. Selasa (6/12/22).

Suryati Abdullah mengatakan penyakit Frambusia merupakan salah satu Penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia.

"Berdasar data Nasional, pada tahun 2021 ditemukan 169 kasus Frambusia dengan fokus penyebaran berada di wilayah Timur Indonesia yaitu Provinsi Papua dan Papua Barat,"jelasnya.

Lanjut dia, WHO melalui Roadmap Tropical Disiases (NTDs) tahun 2021-2030 menetapkan target eradikasi Frambusia di dunia tahun 2030. Indonesia menetapkan target 514 Kabupaten/Kota bebas Frambusia tahun 2024.

"Untuk mewujudkan eradikasi Frambusia di Indonesia maka telah diterbitkan Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) nomor 8 tahun 2017 tentang eradikasi Frambusia dan telah dilakukan berbagai tahapan kegiatan pencegahan dan pengendalian penyakit melalui pelaksanaan surveilans adekuat (zero reporting) bagi Kabupaten/Kota endemis dan non endemis,"bebernya.

Tambah Suryati pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Frambusia total penduduk Desa endemis Frambusia dan Survey Serologi Frambusia selama tiga tahun berturut-turut pada Kabupaten/kota endemis Frambusia untuk membuktikan bahwa sudah tidak terjadi transmisi penyakit di daerah tersebut.

"Pada perjalanannya dari kegiatan Surveilans seperti penemuan kasus secara rutin di desa atau sekolah maupun dari kegiatan survei Serologi Frambusia ditemukan kasus positif (tahun 1 atau 2 maupun 3), maka harus dilakukan pemberian obat pada kasus dan kontaknya,"jelasnya.

Apabila dalam 6 bulan tidak mampu menghentikan penularan maka perlu direncanakan adanya intervensi lanjutan dengan kegiatan POPM total penduduk,"Sambung Suryati.

Amatan nusantaratimur.com kegiatan tersebut dihadiri pihak Dinas Kesehatan Provinsi Malut, Kemenkes serta seluruh Kepala-Kepala Puskesmas di Kepsul.(Sdl).

Share:
Komentar

Berita Terkini